BERITA TERKINI
TD Securities: Data Awal 2026 Tiongkok Kuat, tetapi Harga Minyak dan Ketegangan AS Jadi Risiko

TD Securities: Data Awal 2026 Tiongkok Kuat, tetapi Harga Minyak dan Ketegangan AS Jadi Risiko

Ekonomi Tiongkok dinilai memulai tahun 2026 dengan kinerja yang kuat, ditopang oleh sejumlah indikator yang melampaui perkiraan. Namun, kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah serta ketidakpastian dalam pembicaraan dagang Amerika Serikat (AS)–Tiongkok disebut berpotensi menjadi faktor risiko terhadap prospek pertumbuhan tahun ini.

Alex Loo dari TD Securities mencatat adanya kejutan positif pada Produksi Industri dan Ekspor, serta pemulihan Investasi Aset Tetap yang didorong oleh kebijakan quasi-fiskal. Meski demikian, ia menilai tantangan eksternal berpotensi meningkat, terutama jika lonjakan harga energi mulai menekan biaya input sektor manufaktur.

Menurut TD Securities, jika sektor manufaktur menghadapi kenaikan harga input yang tajam, perusahaan dapat terdorong untuk mengurangi produksi dalam beberapa bulan ke depan. Dalam situasi tersebut, pihak berwenang diperkirakan akan meningkatkan dukungan fiskal untuk meredam dampak terhadap aktivitas ekonomi.

Loo menyebut bahwa apabila harga minyak bertahan di sekitar US$100 per barel selama tiga bulan ke depan, otoritas kemungkinan meluncurkan langkah dukungan kebijakan yang lebih terarah, seperti pemotongan pajak dan subsidi, khususnya untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) serta sektor manufaktur.

TD Securities juga memperkirakan Beijing akan lebih menekankan perlindungan terhadap pertumbuhan dibandingkan kekhawatiran inflasi. Konsekuensinya, beban kebijakan diproyeksikan lebih banyak ditopang oleh instrumen fiskal ketimbang kebijakan moneter.

Dalam pandangan mereka, proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Tiongkok tahun 2026 tetap dipertahankan di 4,6%. Alasannya, dampak pertumbuhan dari guncangan harga minyak dinilai lebih mungkin terasa pada paruh berikutnya tahun ini, sementara pemerintah masih memiliki ruang fiskal untuk mengimbanginya.

Selain faktor energi, perkembangan hubungan dagang AS–Tiongkok juga dipantau sebagai sumber ketidakpastian. TD Securities menilai kemungkinan pembatalan kunjungan Donald Trump ke Tiongkok dapat diinterpretasikan pasar sebagai memburuknya kembali hubungan kedua negara. Dalam skenario itu, pejabat AS disebut dapat mengambil pendekatan yang lebih tegas, termasuk kemungkinan penerapan kembali tarif, yang berpotensi mengejutkan pasar dan menambah tekanan pada prospek pertumbuhan.