BERITA TERKINI
Trump Desak Negara-Negara Ikut Amankan Selat Hormuz, China Tolak dan Sebut Upaya Pembagian Risiko

Trump Desak Negara-Negara Ikut Amankan Selat Hormuz, China Tolak dan Sebut Upaya Pembagian Risiko

Presiden AS Donald Trump menyerukan agar negara-negara yang memperoleh manfaat dari lalu lintas di Selat Hormuz turut berkontribusi dalam upaya pengamanan jalur strategis tersebut. Seruan itu muncul di tengah krisis rantai pasok energi global setelah Iran memblokade Selat Hormuz, yang disebut telah mendorong harga minyak melampaui US$100 per barel.

Dalam wawancara dengan Financial Times yang terbit pada Minggu, Trump mengatakan sudah semestinya negara-negara yang diuntungkan oleh arus pelayaran di Selat Hormuz ikut membantu melindunginya. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan menunda perjalanan ke China apabila Beijing tidak memberikan bantuan terkait pengamanan di Hormuz.

Menanggapi pernyataan tersebut, media pemerintah China, Global Times, menolak gagasan Trump. Media itu menyebut langkah tersebut sebagai upaya Trump untuk membagi risiko dari “perang yang dimulai Washington namun tidak bisa diselesaikan sendiri.”

Sebelumnya pada Senin, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menepis spekulasi bahwa Trump sengaja menunda kunjungan ke China untuk menekan Beijing agar membantu membuka kembali Selat Hormuz. Bessent menyatakan, jika penjadwalan ulang terjadi, hal itu semata-mata karena persoalan “logistik” dan fokus penuh Trump pada upaya perang.

“Jadi, jika karena suatu alasan pertemuan itu dijadwalkan ulang, itu murni karena faktor logistik,” kata Bessent dalam wawancara di CNBC.

Di sisi lain, penundaan kunjungan tersebut dinilai tidak akan terlalu mengecewakan Beijing. Menurut sumber yang mengetahui isu ini, China sebelumnya telah mengusulkan agar Trump datang pada akhir April untuk memberi waktu persiapan lebih panjang. Penundaan itu juga disebut dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas terkait isu keamanan dan diplomatik, termasuk persoalan Taiwan.