TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) menggelar Passing Exercise (PASSEX) di Perairan Laut Jawa. Latihan gabungan ini disebut bertujuan memperkuat stabilitas kawasan, membangun kepercayaan di sektor maritim, serta meningkatkan interoperabilitas dan profesionalisme prajurit kedua negara.
Dalam kegiatan tersebut, TNI AL mengerahkan KRI Bung Hatta-370. Sementara dari pihak Malaysia terlibat dua kapal perang, yakni KD Kelantan dan KD Badik.
Sejumlah materi latihan taktis dilaksanakan secara terkoordinasi. Rangkaian latihan mencakup Simple Manuver untuk menguji kelincahan navigasi, Joining Group (Formasi 1) sebagai bentuk sinkronisasi formasi, serta Replenishment At Sea Approach (RASAP) guna mengasah prosedur pendekatan logistik di laut lepas.
Menurut keterangan dalam kegiatan itu, latihan PASSEX dirancang untuk mengasah kemampuan prosedural, memperkuat koordinasi taktis, dan meningkatkan kesiapsiagaan operasi gabungan di lingkungan maritim.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menekankan pentingnya profesionalisme, modernisasi, dan kemampuan adaptif prajurit TNI AL dalam menghadapi tantangan strategis maritim. Ia juga menilai latihan semacam ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi turut membangun rasa saling percaya dan kesiapan bersama untuk menjaga perdamaian kawasan.
Sementara itu, Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya melalui arahan kepada Komandan KRI Bung Hatta-370 Letkol Laut (P) Ramli Arif menyampaikan bahwa PASSEX tidak semata latihan, melainkan juga mencerminkan hubungan persahabatan dan kerja sama strategis Indonesia dan Malaysia di bidang pertahanan.
Melalui latihan tersebut, TNI AL menyatakan kembali peran diplomasi maritim sebagai instrumen untuk memperkuat hubungan bilateral serta mendukung stabilitas kawasan.

