BERITA TERKINI
UE Adopsi Paket Sanksi Ke-20 terhadap Rusia, Terminal Minyak Karimun Masuk Daftar

UE Adopsi Paket Sanksi Ke-20 terhadap Rusia, Terminal Minyak Karimun Masuk Daftar

Brussels — Uni Eropa (UE) pada Kamis mengumumkan adopsi paket sanksi ke-20 terhadap Rusia dengan memperkenalkan langkah-langkah baru yang menargetkan sektor energi, keuangan, perdagangan, pertahanan, serta upaya anti-penghindaran pembatasan.

Dalam pernyataannya, UE menyebut paket tersebut mencakup 36 daftar baru di sektor energi Rusia yang meliputi kegiatan hulu dan hilir, seperti eksplorasi minyak, ekstraksi, penyulingan, dan transportasi.

Dua pelabuhan di Rusia, yakni Murmansk dan Tuapse, serta Terminal Minyak Karimun di Indonesia turut masuk dalam daftar karena dinilai terkait dengan penghindaran sanksi.

UE menjelaskan penghindaran sanksi sebagai tindakan sengaja untuk mengelak dari pembatasan hukum, seperti pembekuan aset dan larangan perdagangan, yang kerap melibatkan perusahaan fiktif, dokumen palsu, pengalihan barang melalui negara ketiga, serta transaksi keuangan yang menipu.

UE juga memperluas langkah terhadap apa yang disebut sebagai “armada bayangan” Rusia. Sebanyak 46 kapal dan entitas tambahan dimasukkan ke dalam daftar, sehingga total kapal yang dikenai sanksi menjadi 632. Ratusan kapal tersebut dikenai larangan akses pelabuhan dan pembatasan layanan.

Selain itu, UE memperkenalkan pengamanan baru untuk mencegah penjualan kapal tanker dari UE yang dapat mendukung ekspor minyak Rusia. UE juga menyatakan telah meletakkan dasar bagi larangan yang akan datang terhadap transportasi maritim minyak dan produk minyak bumi Rusia, yang akan dikoordinasikan dengan kelompok G7.

Di sektor keuangan, paket terbaru ini memperketat pembatasan terhadap 20 bank Rusia, sehingga total 70 bank dilarang masuk ke pasar UE. UE juga memberlakukan larangan penuh transaksi dengan penyedia layanan aset kripto Rusia, disertai pembatasan terhadap mata uang digital terkait Rusia, termasuk rubel digital yang diusulkan.

Untuk perdagangan, larangan ekspor baru mencakup barang senilai lebih dari 365 juta euro, sementara pembatasan impor diberlakukan terhadap logam, bahan kimia, dan mineral dengan nilai lebih dari 530 juta euro.

UE turut menambahkan 58 perusahaan yang dikaitkan dengan industri militer Rusia, termasuk pemasok dari sejumlah negara seperti China, Uni Emirat Arab, dan Kazakhstan.

Untuk pertama kalinya, UE mengaktifkan mekanisme anti-penghindaran dengan alasan kekhawatiran atas ekspor ulang barang-barang sensitif melalui Kyrgyzstan. Langkah ini menargetkan barang yang digunakan dalam produksi drone dan rudal.

Secara keseluruhan, paket sanksi tersebut mencakup 120 daftar baru, terdiri atas 33 individu dan 83 entitas, yang dikenai pembekuan aset dan larangan perjalanan.

Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas menyatakan tekanan ekonomi terhadap Rusia terus ditingkatkan seraya menegaskan dukungan bagi Ukraina. “Perang ekonomi Rusia semakin tertekan, sementara Ukraina mendapatkan dorongan besar. Kami harus terus memberikan tekanan ini sampai (Presiden Rusia Vladimir) Putin memahami bahwa perangnya tidak akan ke mana-mana,” kata Kallas.

Penyelesaian paket sanksi ini sempat tertunda akibat perbedaan pendapat internal, termasuk pertentangan dari Perdana Menteri Republik Hungaria Viktor Orban. Setelah pergantian kepemimpinan di Budapest, berbagai keberatan tersebut disebut telah dihilangkan sehingga membuka jalan bagi adopsi sanksi.