BERITA TERKINI
Uni Eropa Sahkan Paket Sanksi ke-20 untuk Rusia, Karimun Oil Terminal di Indonesia Ikut Masuk Daftar

Uni Eropa Sahkan Paket Sanksi ke-20 untuk Rusia, Karimun Oil Terminal di Indonesia Ikut Masuk Daftar

Uni Eropa kembali memperketat tekanan terhadap Rusia dengan mengesahkan paket sanksi ke-20 yang menyasar sektor energi, keuangan, perdagangan, hingga media propaganda. Komisi Eropa menyatakan langkah ini merupakan bagian dari komitmen blok tersebut untuk mendukung Ukraina di tengah perang yang belum menunjukkan tanda mereda.

Dalam pernyataan resminya, Komisi Eropa menyebut paket terbaru ini dirancang untuk mendorong Moskow kembali ke meja perundingan dengan syarat yang dapat diterima oleh Kyiv. “Komitmen Uni Eropa terhadap Ukraina yang bebas dan berdaulat tidak tergoyahkan,” demikian pernyataan Komisi, seraya menambahkan bahwa serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil Ukraina memperpanjang penderitaan warga.

Paket sanksi ini menekankan pencegahan penghindaran sanksi sekaligus memperluas tekanan terhadap sumber pendapatan utama Rusia, terutama sektor energi. Selain itu, Uni Eropa juga memperketat pembatasan pada layanan keuangan—termasuk aset kripto—perdagangan, serta saluran yang dinilai berperan dalam propaganda.

Sanksi sektor energi: kapal bayangan, pelabuhan, dan LNG

Di sektor energi, Uni Eropa menambahkan 36 entitas baru dari sektor energi Rusia ke dalam daftar sanksi. Entitas tersebut mencakup kegiatan eksplorasi, ekstraksi, penyulingan, hingga transportasi minyak.

Uni Eropa juga memperluas daftar jaringan “kapal bayangan” Rusia. Penambahan mencakup perusahaan di negara ketiga, satu perusahaan asuransi maritim besar, serta 46 kapal tambahan. Total kapal yang masuk daftar menjadi 632 kapal, yang dikenai larangan akses pelabuhan dan layanan. Namun, 11 kapal dicabut dari daftar setelah kembali mematuhi aturan.

Untuk mencegah penghindaran sanksi, Uni Eropa menerapkan kewajiban uji tuntas bagi penjual di wilayahnya serta memasukkan klausul “tidak untuk Rusia” dalam kontrak penjualan agar kapal tidak digunakan dalam jaringan ilegal. Aturan pembongkaran (scrapping) kapal juga diperkenalkan untuk mengurangi armada bayangan.

Paket ini turut memasukkan dua pelabuhan Rusia—Murmansk dan Tuapse—ke dalam daftar sanksi. Selain itu, satu pelabuhan di negara ketiga, yakni Karimun Oil Terminal di Indonesia, juga masuk daftar karena disebut terkait dengan penghindaran batas harga minyak dan armada bayangan Rusia.

Uni Eropa menyatakan telah menyiapkan dasar hukum untuk melarang transportasi minyak Rusia di masa depan, bekerja sama dengan G7 dan Price Cap Coalition. Di sisi lain, terdapat larangan pemberian layanan perawatan bagi kapal LNG dan kapal pemecah es Rusia.

Sanksi sektor keuangan: bank, kripto, dan stablecoin

Di sektor keuangan, 20 bank Rusia tambahan dilarang berbisnis dengan operator Uni Eropa, sehingga total bank yang terdampak menjadi 70 bank. Empat bank di Kyrgyzstan, Laos, dan Azerbaijan juga dikenai larangan transaksi karena dinilai membantu Rusia menghindari sanksi.

Uni Eropa menerapkan larangan penuh transaksi dengan penyedia layanan kripto Rusia, termasuk platform terdesentralisasi. Penggunaan stablecoin RUBx dan rubel digital juga dilarang karena dinilai berpotensi digunakan untuk menghindari pembatasan.

Selain itu, kerja sama dengan agen yang memfasilitasi transaksi internasional Rusia untuk tujuan penghindaran sanksi turut dilarang. Sementara itu, lima entitas keuangan dari negara ketiga dicabut dari daftar setelah memberikan komitmen kepatuhan.

Sanksi perdagangan: ekspor, impor, dan pembatasan layanan

Dalam ranah perdagangan, Uni Eropa melarang ekspor barang senilai lebih dari 365 juta euro ke Rusia, mencakup produk mulai dari karet hingga traktor. Pembatasan juga mencakup teknologi militer, termasuk bahan peledak, peralatan laboratorium, serta pelumas berkinerja tinggi.

Uni Eropa membatasi penyediaan layanan keamanan siber ke Rusia. Selain itu, logam, bahan kimia, dan mineral senilai lebih dari 530 juta euro dikenai larangan impor. Kuota amonia juga ditetapkan untuk membatasi volume impor yang masuk.

Industri militer dan upaya anti-penghindaran

Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada 58 perusahaan dan individu yang terlibat dalam produksi militer Rusia, termasuk drone. Paket ini juga menarget pemasok global, termasuk entitas dari China, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Kazakhstan, dan Belarusia yang memasok barang dual-use.

Dalam langkah anti-penghindaran, Uni Eropa menindak Kyrgyzstan karena dinilai gagal mencegah ekspor ulang barang seperti mesin dan peralatan telekomunikasi ke Rusia yang disebut digunakan dalam produksi drone dan rudal. Secara keseluruhan, Uni Eropa menambahkan 60 entitas, terdiri dari 32 entitas di Rusia dan 28 entitas di negara ketiga seperti China, Turki, Uni Emirat Arab, dan Thailand.

Sanksi tambahan dan perlindungan hukum bagi perusahaan Uni Eropa

Paket terbaru ini juga menambahkan 120 entitas dan individu baru ke dalam daftar sanksi, termasuk 33 individu dan 83 entitas yang dikenai pembekuan aset serta larangan perjalanan. Target mencakup oligarki, pelaku penculikan anak Ukraina, propagandis, serta pihak yang disebut menjarah warisan budaya.

Uni Eropa turut memasukkan ketentuan perlindungan hukum bagi perusahaan di wilayahnya. Pengadilan negara anggota kini dapat menjatuhkan denda terhadap pihak Rusia yang mengajukan gugatan bermotif penyalahgunaan. Perusahaan Uni Eropa juga dapat menuntut ganti rugi atas putusan hukum yang merugikan di negara ketiga, disertai larangan transaksi terhadap pihak yang membantu penegakan putusan tersebut.

Sanksi juga menyasar pihak Rusia yang memanfaatkan pengambilalihan aset perusahaan Uni Eropa secara tidak sah.