Uni Eropa mengarahkan pemanfaatan hasil bunga dari aset Rusia yang dibekukan untuk membantu Ukraina membayar kewajiban utangnya. Dalam paket bantuan periode April 2026, dana tersebut tidak dialokasikan langsung untuk pembangunan, melainkan difokuskan pada pembayaran kembali pinjaman.
Berdasarkan pernyataan resmi Komisi Eropa, 95% dari hasil bunga itu akan disalurkan melalui Ukraine Loan Cooperation Mechanism (ULCM). Dana tersebut disebut akan digunakan Kiev untuk membayar kembali utang-utang pinjaman kepada Uni Eropa serta negara-negara anggota G7.
Kebijakan ini diambil di tengah tekanan berat terhadap keuangan Ukraina. Ukraina diproyeksikan menghadapi defisit anggaran sebesar USD53 miliar untuk periode 2025–2028, yang memunculkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan fiskal negara tersebut. Laporan El Pais juga menyebut pemerintah Ukraina terancam kehabisan uang kas pada bulan ini jika tidak ada suntikan dana darurat.
Di sisi lain, Rusia merespons langkah Uni Eropa dengan peringatan. Seperti dilansir RT, Kremlin menyatakan siap membalas dengan menyita aset-aset Barat senilai 200 miliar euro yang saat ini masih tertahan di Rusia.
Pada Desember, Bank Sentral Rusia mengajukan gugatan terhadap Euroclear di pengadilan Moskow. Gugatan itu menuntut kompensasi sebesar USD232 miliar atas aset yang dibekukan dan kerugian laba. Regulator Rusia juga mengancam akan memperluas gugatan hukum untuk menyasar bank-bank komersial Eropa lain yang ikut menahan dana mereka.

