Utusan Rusia untuk Dewan Keamanan (DK) PBB, Vassily Nebenzia, melontarkan kritik keras terhadap Ukraina dan Uni Eropa dalam sesi darurat terbaru mengenai Ukraina. Ia menuduh kedua pihak melakukan apa yang disebutnya sebagai “pertunjukan murahan kelas dua” di forum DK PBB.
“Pertunjukan murahan dan kelas dua ini dipentaskan di Dewan Keamanan oleh delegasi Ukraina dan Eropa setiap bulan,” kata Nebenzia. Menurutnya, ada dua alasan di balik langkah tersebut. Pertama, ia menilai Ukraina dan Uni Eropa tidak ingin perhatian dunia beralih ke krisis lain. Kedua, ia menyebut hal itu dilakukan untuk menutupi kepanikan yang, menurut klaimnya, terjadi di internal mereka.
Nebenzia juga menyatakan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Angkatan Bersenjata Ukraina disebutnya sebagai penghalang yang mencegah Rusia mencapai Eropa. Ia menambahkan klaim bahwa Zelensky mungkin beranggapan dapat terus meminta dukungan dana dari pihak Barat dengan cara menakut-nakuti mereka, dengan menyatakan bahwa militer Ukraina adalah satu-satunya penghalang bagi Rusia.
Dalam pernyataan lain, Nebenzia menyampaikan pandangannya mengenai alasan krisis Ukraina belum terselesaikan. Ia menilai Zelensky dan sebagian besar pemimpin Eropa tidak berupaya untuk perdamaian, melainkan untuk kelanjutan perang.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan tingkat tinggi DK PBB bertajuk “Pemeliharaan Perdamaian dan Keamanan di Ukraina,” yang membahas konflik yang sedang berlangsung serta implikasinya secara global.