Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Kabar duka tersebut dibenarkan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), setelah sebelumnya informasi disampaikan pihak keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Try Sutrisno wafat dalam usia 90 tahun. Ia sempat menjalani perawatan di ruang CICU Kamar 207 Lantai 2 RSPAD. Disebutkan kondisinya menurun pada pukul 05.33 WIB, kemudian dilakukan tindakan medis sesuai prosedur hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB.
Informasi wafatnya Try Sutrisno juga beredar melalui pesan yang mengatasnamakan keluarga. Dalam pesan itu disebutkan jenazah akan dimandikan di RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya Try Sutrisno. Ia mengatakan pemerintah telah menginstruksikan RSPAD, Komando Garnisun Tetap I/Jakarta, serta Kementerian Sekretariat Negara untuk memberikan perhatian dalam proses pemulasaraan hingga pemakaman yang akan dilaksanakan dengan upacara militer.
Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Ia merupakan purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat dengan rekam jejak panjang di dunia militer dan pemerintahan.
Sebelum menjabat wakil presiden, ia pernah menempati sejumlah posisi strategis, di antaranya Panglima Kodam Jaya, Panglima Kostrad, dan Panglima ABRI pada periode 1988–1993. Pada 1993, ia terpilih sebagai Wakil Presiden ke-6 RI mendampingi Presiden Soeharto untuk masa jabatan 1993–1998.
Selepas purnatugas, Try Sutrisno disebut tetap aktif dalam berbagai kegiatan kebangsaan dan kerap menyampaikan pandangan terkait isu pertahanan serta ideologi negara.

