Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali mendorong Uni Eropa untuk memperjelas arah integrasi negaranya dengan meminta kepastian jadwal dalam proses aksesi yang telah berjalan lama.
Dalam wawancara yang dilaporkan media, Zelensky meminta Brussel tidak lagi menunda keputusan strategis tersebut. Menurutnya, Ukraina membutuhkan sinyal politik yang tegas dari Uni Eropa.
Zelensky menilai pembukaan tahapan negosiasi saja belum cukup. Ia menekankan perlunya kejelasan waktu sebagai bentuk komitmen nyata dari Eropa, di samping pemenuhan berbagai persyaratan teknis yang diajukan.
Ia menegaskan Ukraina siap memenuhi ketentuan teknis tersebut, namun menilai prosesnya harus disertai arah politik yang jelas. Zelensky juga memperingatkan adanya risiko strategis jika proses integrasi terus berlarut-larut karena ketidakpastian dinilai dapat melemahkan orientasi geopolitik Ukraina ke Barat.
Dalam pernyataannya, Zelensky menyinggung dinamika yang terjadi di Georgia dan mengingatkan bahwa stagnasi integrasi dapat mengubah arah kebijakan suatu negara. Ia juga menilai Uni Eropa berpotensi kehilangan momentum dalam memperluas pengaruhnya bila tidak ada kepastian dalam proses aksesi Ukraina.
Zelensky menambahkan bahwa Ukraina tidak menginginkan keanggotaan parsial. Ia menekankan kemitraan yang diharapkan bersifat penuh dan strategis, serta mengaitkannya dengan posisi militer Ukraina yang disebutnya sebagai aset penting bagi Eropa.
Dalam konteks perang, Ukraina telah menjadi garis depan menghadapi tekanan dari Rusia, sehingga perannya dinilai semakin signifikan dalam keamanan kawasan.
Sementara itu, di internal Uni Eropa masih terdapat perbedaan pandangan. Sejumlah negara anggota disebut belum sepenuhnya sepakat terkait percepatan aksesi Ukraina.