Menu buka puasa di berbagai negara memiliki kekhasan yang dipengaruhi budaya dan bahan pangan setempat. Jika di Indonesia kolak pisang kerap menjadi pilihan populer saat Ramadhan, sejumlah negara lain juga memiliki hidangan andalan untuk mengawali waktu berbuka.
Berikut 11 menu buka puasa khas di luar negeri, dari kawasan Timur Tengah hingga Afrika, sebagaimana dirangkum dari National Geographic.
1. Timur Tengah: Shorbat adas
Di Uni Emirat Arab (UEA), Yordania, dan Lebanon, buka puasa kerap diawali semangkuk shorbat adas atau sup miju-miju yang disajikan bersama keripik pitta. Sup berbahan lentil merah ini dibumbui rempah seperti kunyit, jinten, kayu manis, peterseli, dan lemon, tergantung wilayah. Untuk tambahan nutrisi, wortel, bawang, dan kentang dapat dimasak bersama lentil sebelum sup diblender.
2. Maroko: Harira
Harira lazim disajikan bersama kurma. Sup hangat yang namanya berasal dari kata Arab bermakna “halus” ini umumnya berisi lentil, buncis, daging, dan bihun dalam kuah tomat yang mulai dimasak sejak sore. Tekstur creamy didapat dari tedouira, campuran tepung dan air sebagai pengental. Variasinya dapat menggunakan nasi, bihun pecah, atau daging sapi maupun domba.
3. India dan Pakistan: Shami kebab
Di India dan Pakistan, shami kebab kerap hadir pada malam Ramadhan. Hidangan ini diyakini berasal dari Lucknow, India. Patty berisi daging domba atau sapi dimasak bersama chana dal, lalu digiling dan dibumbui bawang putih, jahe, kayu manis, merica, cengkeh, jinten, mint, ketumbar, serta cabai hijau. Setelah dicelup telur, kebab digoreng hingga garing di luar dan lembut di dalam, lalu disajikan dengan chutney mint-ketumbar, saus tomat, dan onion ring.
4. UEA: Harees
Harees merupakan bubur domba atau ayam yang juga dikenal di sejumlah negara Teluk. Gandum direndam semalaman, kemudian dimasak perlahan bersama daging bertulang selama empat jam atau lebih. Daging lalu dipisahkan dari tulang, diparut, dan dicampurkan kembali ke bubur gandum. Secara tradisional, harees ditumbuk dengan sendok kayu besar hingga bertekstur lengket, lalu diberi topping ghee dan bawang goreng.
5. Arab Saudi: Thareed
Thareed kerap hadir saat berbuka di Arab Saudi. Hidangan berupa rebusan daging domba dengan sayuran ini dimasak lebih dari satu jam, lalu dipadukan dengan kentang, wortel, dan cukini dalam pasta tomat, bawang merah, bawang putih, serta kaldu. Bumbunya antara lain kunyit, limau kering, kapulaga, ketumbar, kayu manis, cabai merah, dan merica. Thareed disajikan di atas regag basah, roti pipih tipis.
6. Asia Selatan: Samosa
Samosa populer di Asia Selatan, umumnya diisi kentang tumbuk atau daging cincang dan dibumbui jinten, ketumbar, serta garam masala. Versi kentang mudah dijumpai dari jalanan Mumbai hingga pasar Lahore, sementara samosa keema (domba cincang) kerap disajikan dengan chutney ketumbar-mint dan chutney asam manis yang tajam selama Ramadhan. Camilan ini dipercaya berasal dari Persia dan dapat digoreng atau dipanggang, dengan variasi regional seperti somsa Asia Tengah dan sambousek Timur Tengah.
7. Yordania: Mansaf
Mansaf dikenal sebagai hidangan nasional Yordania dan kerap hadir dalam perayaan serta pertemuan sosial. Daging domba dimasak lama dan memiliki rasa tajam khas dari jameed, yaitu bola yogurt kering yang difermentasi, yang ditambahkan ke rebusan daging selama beberapa jam. Mansaf biasanya disajikan di atas nasi kunyit, dengan roti shrak tipis di bawahnya, serta taburan kacang pinus, almond, dan peterseli. Hidangan ini tradisionalnya dimakan bersama dari satu piring dan menggunakan tangan kanan, meski peralatan makan juga digunakan.
8. Turki: Ramazan pidesi
Di Turki, ramazan pidesi menjadi roti andalan saat berbuka, umumnya disantap bersama zaitun, keju, mentega, dan daging pastirma. Susu ditambahkan ke adonan agar lembut. Setelah mengembang, adonan dilapisi campuran yogurt dan telur, dibentuk bundar, lalu permukaannya diberi pola berlian. Roti kemudian ditaburi nigella dan biji wijen sebelum dipanggang, dengan nampan berisi air di dalam oven untuk membantu menjaga kelembutannya.
9. Nigeria: Moi moi
Moi moi adalah puding gurih bertekstur lembut dari kacang yang dihaluskan, diperkaya protein seperti telur, daging sapi, ikan, atau udang. Kacang polong atau kacang madu kupas dibumbui dan dicampur paprika Romano, scotch bonnet, bawang, serta air, lalu digabungkan dengan protein yang sudah dimasak. Adonan dituangkan ke daun pisang, wadah plastik, atau ramekin tertutup, kemudian dikukus hingga teksturnya menyerupai kue.
10. Timur Tengah: Qatayef
Di Mesir, Yordania, Lebanon, Palestina, Suriah, dan negara-negara Teluk, qatayef menjadi pencuci mulut favorit saat berbuka. Kue berbentuk bulan sabit ini dibuat dari panekuk semolina yang dimasak hanya di satu sisi. Isiannya bisa berupa keju seperti akkawi atau nabulsi, serta kacang-kacangan seperti pistachio, hazelnut, almond, atau walnut yang dihancurkan. Setelah dilipat dan disegel, qatayef digoreng dan disiram sirup gula. Ada pula versi yang diisi krim beku.
11. Timur Tengah: Kunafa
Kunafa juga populer sebagai hidangan manis saat berbuka di Timur Tengah. Cara pembuatannya beragam, menggunakan adonan semolina, kue filo parut, atau kombinasi keduanya. Adonan dicampur sirup gula, air, dan ghee, lalu dilapisi keju—biasanya jenis lokal tanpa garam—dan dipanggang hingga keemasan. Penyajiannya diakhiri dengan taburan air mawar atau sirup bunga jeruk, ditambah pistachio yang dihancurkan dan krim beku.

