BERITA TERKINI
Abdul Kadir Karding Resmi Pimpin Barantin, Dorong Peran Karantina Jadi Instrumen Diplomasi Ekonomi

Abdul Kadir Karding Resmi Pimpin Barantin, Dorong Peran Karantina Jadi Instrumen Diplomasi Ekonomi

Badan Karantina Indonesia (Barantin) menggelar serah terima jabatan kepala badan dari Sahat Manaor Panggabean kepada Abdul Kadir Karding. Dalam sambutannya, Karding mengajak transformasi peran Barantin dari sekadar “penjaga gerbang” menjadi instrumen yang turut mendukung ekonomi dan diplomasi.

"Saya menyadari amanah dari Presiden kepada saya untuk memimpin Badan Karantina Indonesia merupakan tanggung jawab yang besar dan tidak ringan. Amanah ini adalah tanggung jawab menjaga gerbang Indonesia dari masuknya hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan," kata Karding di Auditorium Tagor Sutan Harahap BUTTMKHIT, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 29 April 2026.

Ia menegaskan, mandat tersebut terkait menjaga keamanan hayati nasional, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Namun, Karding mengingatkan agar upaya pengamanan tidak berujung menghambat arus ekspor dan impor. Menurutnya, Barantin perlu menjaga keseimbangan antara pelindungan dan kelancaran ekonomi.

"Kita memang harus ketat dalam pengawasan hama penyakit tetapi jangan dibuat lama. Sehingga dapat mengganggu perekonomian kita," ujarnya.

Karding menyebut percepatan layanan menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam waktu dekat, ia berencana memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Imipas (Imigrasi dan Pemasyarakatan), Badan Halal, serta Bea Cukai.

Kepada jajaran Barantin, Karding meminta integritas dijaga, profesionalisme ditingkatkan, dan inovasi terus dikembangkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi perkarantinaan. "Saya mengajak seluruh jajaran untuk bersama-sama menjaga integritas, bekerja profesional, efisien. Juga mewujudkan budaya kerja yang baik," katanya.

Ia juga memaparkan penguatan Barantin melalui program jangka pendek dan menengah. Program jangka pendek mencakup penguatan tata kelola dan komunikasi, kemudahan layanan, serta diplomasi proaktif. Adapun program jangka menengah diarahkan pada upaya membangun kepercayaan global dan menempatkan Indonesia “duduk setara di meja dunia”.

Dalam kesempatan itu, Karding menyampaikan apresiasi kepada Sahat Manaor Panggabean atas dedikasi dan kontribusi selama memimpin. "Selama kepemimpinan beliau, Barantin berhasil meraih beberapa capaian dan kemajuan. Ini menjadi fondasi yang kuat bagi kami untuk melanjutkan dan mengembangkan program serta kebijakan yang telah berjalan dengan baik," ucapnya.

Barantin, sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati nasional, memiliki mandat strategis berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Keberadaannya dinilai krusial untuk mencegah ancaman biologis sekaligus mendukung daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Karding mengajak para pemangku kepentingan—mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, asosiasi pelaku usaha, hingga masyarakat—untuk bersinergi menjaga Indonesia dari ancaman hama penyakit serta mendorong ekspor komoditas unggulan. "Melalui semangat kebersamaan dan komitmen kuat, saya yakin Badan Karantina Indonesia akan semakin Kompeten, Unggul, Amanah, dan Tangguh (KUAT). Mohon dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran agar amanah ini dapat saya jalankan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Barantin oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Keputusan Presiden Nomor 50/TPA Tahun 2026, bersamaan dengan pelantikan sejumlah pejabat lain, yakni Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, serta Hasan Hasbi sebagai Penasehat Presiden Bidang Komunikasi.

Sebelum memimpin Barantin, Karding menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Penyegaran organisasi ini disebut untuk mengoptimalkan capaian program prioritas nasional, terutama pada sektor ketahanan pangan, hilirisasi komoditas, serta pelindungan sumber daya hayati Indonesia.