BERITA TERKINI
Abdul Kadir Karding Resmi Pimpin Barantin, Dorong Transformasi Karantina Jadi Instrumen Ekonomi dan Diplomasi

Abdul Kadir Karding Resmi Pimpin Barantin, Dorong Transformasi Karantina Jadi Instrumen Ekonomi dan Diplomasi

Badan Karantina Indonesia (Barantin) menggelar serah terima jabatan kepala badan dari Sahat Manaor Panggabean kepada Abdul Kadir Karding. Dalam sambutannya, Karding mengajak transformasi peran Barantin dari sekadar “penjaga gerbang” menjadi instrumen yang mendukung ekonomi dan diplomasi, tanpa mengurangi fungsi perlindungan terhadap ancaman hama dan penyakit.

Berbicara di Auditorium Tagor Sutan Harahap BUTTMKHIT, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4) sore, Karding mengatakan amanah memimpin Barantin merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga gerbang Indonesia dari masuknya hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan. Ia menekankan pentingnya memastikan keamanan hayati nasional tetap terjaga sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Menurut Karding, pengawasan karantina harus dilakukan secara ketat, namun tidak boleh menghambat arus ekspor dan impor. Ia menegaskan Barantin perlu menjaga keseimbangan antara pelindungan dan kelancaran kegiatan ekonomi.

Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar layanan dipercepat. Untuk itu, Karding menyatakan akan bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, antara lain Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Imipas (Imigrasi dan Pemasyarakatan), Badan Halal, serta Bea Cukai.

Kepada jajaran Barantin, Karding meminta integritas terus dijaga, profesionalisme ditingkatkan, serta inovasi dikembangkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi perkarantinaan. Ia mendorong budaya kerja yang profesional dan efisien.

Dalam pemaparannya, Karding menyebut penguatan Barantin akan ditempuh melalui program jangka pendek dan menengah. Program jangka pendek mencakup penguatan tata kelola dan komunikasi, kemudahan layanan, serta diplomasi proaktif. Adapun program jangka menengah diarahkan untuk membangun kepercayaan global dan menempatkan Barantin “duduk setara di meja dunia”.

Karding turut menyampaikan apresiasi kepada Sahat Manaor Panggabean atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin. Ia menyebut capaian pada periode sebelumnya menjadi fondasi untuk melanjutkan dan mengembangkan program serta kebijakan yang sudah berjalan.

Barantin, sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati nasional, memiliki mandat strategis sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Keberadaan lembaga ini dinilai krusial untuk mencegah ancaman biologis sekaligus mendukung daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Di sisi lain, Barantin menegaskan pergantian kepemimpinan tidak akan mengganggu layanan. Dalam keterangan yang disampaikan Shahandra, Barantin memastikan seluruh layanan karantina bagi masyarakat, eksportir, importir, dan pelaku usaha tetap berjalan normal dan profesional selama masa transisi.

Shahandra juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru dapat melanjutkan dan mempercepat program unggulan Barantin. Fokus ke depan mencakup penguatan digitalisasi, perluasan laboratorium rujukan internasional, pengetatan pengawasan di perbatasan negara, serta pendampingan ekspor produk pertanian dan perikanan Indonesia ke pasar global.

Menurutnya, pegawai Barantin di pusat dan unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia menyatakan siap mendukung kepemimpinan Abdul Kadir Karding. Konsolidasi internal disebut akan segera dilakukan untuk memastikan akselerasi program kerja 100 hari dan kesinambungan pelayanan publik.

Karding mengajak para pemangku kepentingan—mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, asosiasi pelaku usaha, hingga masyarakat—untuk bersinergi menjaga Indonesia dari ancaman hama penyakit serta mendorong ekspor komoditas unggulan. Ia menyatakan optimistis Barantin dapat semakin “Kompeten, Unggul, Amanah, dan Tangguh (KUAT)”.

Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Barantin oleh Presiden Prabowo Subianto berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50/TPA Tahun 2026. Pelantikan tersebut dilakukan bersamaan dengan pengangkatan sejumlah pejabat lain, yaitu Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, serta Hasan Hasbi sebagai Penasehat Presiden Bidang Komunikasi.

Sebelum menjabat Kepala Barantin, Karding tercatat menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Penyegaran organisasi ini disebut dilakukan untuk mengoptimalkan capaian program prioritas nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan, hilirisasi komoditas, dan pelindungan sumber daya hayati Indonesia.