Acer menegaskan komitmennya mendorong kemajuan pendidikan di kawasan Asia Pasifik di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kian berpengaruh dalam membentuk masa depan pembelajaran. Komitmen itu disampaikan melalui penyelenggaraan Acer Edu Summit Asia Pacific 2026 di Jakarta.
Forum bertema “Future-Ready Learning: AI, Innovation and Human-Centered Education” ini mempertemukan pemangku kepentingan sektor pendidikan dari berbagai negara untuk mendorong integrasi AI yang inklusif serta mempercepat transformasi pendidikan. Delegasi yang hadir berasal dari Australia, Hongkong, India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Filipina, Sri Lanka, dan Vietnam.
President of Pan Asia Pacific Operations Acer Inc, Andrew Hou, menyatakan kegiatan tersebut menegaskan peran Indonesia sebagai salah satu pasar penting dalam pengembangan ekosistem pendidikan digital Acer. Ia juga menyebut forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan pendidik, pembuat kebijakan, dan pelaku industri untuk bertukar wawasan serta mengeksplorasi penerapan teknologi guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menurut Hou, Acer Edu Summit Asia Pacific mencerminkan komitmen keberlanjutan perusahaan dalam membentuk masa depan pendidikan melalui teknologi, sekaligus memperkuat kolaborasi regional antarnegera untuk mendorong kemajuan bersama di bidang pendidikan.
“Kami percaya bahwa transformasi yang bermakna terjadi ketika inovasi berangkat dari kebutuhan manusia. Karena itu, ajang ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mendukung pendidik, institusi dan pembuat kebijakan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif dan siap menghadapi masa depan di seluruh kawasan,” ujar Hou dalam keterangan resminya, Jumat, 24 April 2026.
Selama dua hari penyelenggaraan, rangkaian sesi diskusi, presentasi, dan pertukaran pengalaman membahas berbagai pendekatan pemanfaatan AI secara efektif di dunia pendidikan. Topik yang diangkat antara lain pembelajaran yang dipersonalisasi, peningkatan literasi digital, serta perubahan peran pendidik seiring kemajuan teknologi.
Dalam forum ini, Acer menekankan pentingnya pendekatan berpusat pada manusia, dengan teknologi dan peran pendidik berjalan beriringan untuk membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Agenda tersebut juga diarahkan untuk memunculkan gagasan dan solusi baru bagi pengembangan potensi pendidikan yang lebih luas.
Penyelenggaraan tahun ini turut menghadirkan perkembangan terbaru pendidikan berbasis AI dari MIT Media Lab dan City Science Group, sekaligus memperkenalkan Learning Foundry for AI and Robotics (FAIR). Dr. Michael Lin, Research Scientist di MIT, bersama Wolfgang Gruel, Profesor di Stuttgart Media University sekaligus Research Affiliate di MIT Media Lab, memaparkan bagaimana Learning FAIR memanfaatkan AI untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih personal, dapat diterapkan secara luas, serta relevan dengan kebutuhan masa depan.
Dalam sesi tersebut, keduanya juga membahas bagaimana perkembangan teknologi berpotensi mengubah cara belajar dan mendorong peserta didik lebih siap menghadapi tantangan nyata, khususnya di lingkungan perkotaan.
Perspektif lain mengenai penerapan AI dalam pendidikan juga disampaikan akademisi dan pemimpin industri dari berbagai negara. Jun-Yu Fan, President of Chang Gung University of Science and Technology, memaparkan pendekatan transformasi pedagogi melalui sesi “The Algorithm of the Nursing Soul”, yang menyoroti pergeseran dari metode pembelajaran berbasis hafalan menuju pemanfaatan AI untuk mendukung pemahaman klinis yang lebih mendalam.
Sementara itu, Charles Le, AI Solutions Senior Manager di Altos Computing, menekankan pentingnya membangun infrastruktur pendidikan yang kuat sebagai fondasi untuk mempercepat implementasi AI secara lebih efektif.
Altos Computing menampilkan ekosistem infrastruktur AI terintegrasi untuk mendukung kebutuhan pendidikan berbasis teknologi. Solusi yang diperkenalkan mencakup server AI berperforma tinggi Altos BrainSphere R680 F7 serta workstation AI P330 F6 SE, P130 F10, dan GB10 F1.
Infrastruktur tersebut didukung platform manajemen sumber daya GPU Altos aiWorks dan platform deployment AI Altos aiGeni untuk menyederhanakan proses pengembangan hingga penerapan AI. Melalui integrasi OpenClaw, Altos juga disebut mendukung percepatan adopsi Enterprise Agentic AI agar institusi lebih mudah membangun dan mengimplementasikan agen AI otonom sesuai kebutuhan.
Selain infrastruktur, Acer turut menampilkan jajaran Copilot+ PC terbaru yang ditenagai prosesor Intel® Core™ Ultra Series 3, antara lain Acer TravelMate P4 Spin 14 AI, Acer TravelMate P4 14 AI, dan Acer TravelMate P2 AI. Perangkat tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan kelas modern dengan desain ringan dan fleksibel.
TravelMate P4 Spin 14 AI dilengkapi layar sentuh dan stylus untuk mendukung aktivitas kelas yang lebih interaktif. Adapun TravelMate P2 AI ditujukan untuk menawarkan performa andal serta daya tahan baterai untuk penggunaan lebih lama, guna mendukung pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif.