BERITA TERKINI
Andina Narang Dorong Diplomasi Bebas Aktif untuk Redam Konflik Selat Hormuz yang Dinilai Mengancam APBN

Andina Narang Dorong Diplomasi Bebas Aktif untuk Redam Konflik Selat Hormuz yang Dinilai Mengancam APBN

Anggota Komisi I DPR RI Andina Thresia Narang mendorong pemerintah Indonesia memaksimalkan peran diplomasi untuk meredam konflik di Selat Hormuz yang dinilai kian mengkhawatirkan. Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis serta modal diplomatik yang dapat digunakan untuk menjadi penengah bagi pihak-pihak yang bersitegang.

Menurut Andina, politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang kredibel, hubungan baik dengan kedua kubu, serta kedekatan historis dengan negara-negara Teluk merupakan kelebihan yang perlu dimanfaatkan sebagai terobosan diplomasi. “Indonesia punya modal diplomatik yang belum banyak dimiliki negara lain; hubungan baik dengan kedua kubu, posisi bebas aktif yang kredibel, dan kedekatan historis dengan negara-negara teluk. Modal ini harus dipakai sebagai terobosan diplomasi,” ujar Andina saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (24/4).

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) NasDem di Komisi I DPR RI itu juga menyoroti kondisi stabilitas kawasan Teluk yang disebutnya berada pada titik paling rapuh. Ia mencermati eskalasi meningkat tajam setelah penyitaan dua kapal kontainer oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) serta kegagalan perundingan di Islamabad.

Andina mengingatkan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak lagi sekadar konflik bilateral antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, pemblokiran jalur tersebut telah berkembang menjadi krisis jalur energi global yang berpotensi menimbulkan dampak sistemik terhadap perekonomian domestik Indonesia.

“Ini sudah menjadi krisis jalur energi global yang dampaknya langsung terasa pada APBN, nilai tukar, dan daya beli masyarakat kita,” tegas legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah tersebut.

Ia menilai gangguan distribusi energi global di Selat Hormuz berisiko memicu gejolak ekonomi dunia dan mengganggu rantai pasok global. Karena itu, Andina mendesak pemerintah segera mengambil peran aktif sebelum dampak kenaikan harga energi internasional semakin membebani masyarakat luas.