Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mencatat sedikitnya ada enam jenis burung dari luar Indonesia yang bermigrasi dan singgah di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Burung-burung tersebut diketahui berasal dari kawasan belahan bumi utara, seperti China dan Rusia.
Temuan itu terungkap dalam kegiatan pengamatan burung migrasi yang dilakukan BBKSDA Jawa Timur bersama mahasiswa Mapala Himalaya Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung di area persawahan Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, pada Selasa (13/1/2026).
Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah I Kediri BBKSDA Jawa Timur, Ahmad David Kurnia Putra, mengatakan ada enam jenis burung migrasi yang tercatat singgah di Tulungagung saat musim dingin di habitat asalnya. Enam jenis tersebut ialah Trinil Pantai, Trinil Semak, Kicut Kerbau, Cerek Kernyut, Cerek Kalung Kuning, dan Terik Asia.
Menurut David, burung-burung migran itu menuju wilayah tropis untuk beristirahat sekaligus mencari makan ketika daerah asalnya memasuki musim dingin.
Ia menjelaskan, periode migrasi umumnya berlangsung sejak sekitar September–Oktober dan diperkirakan berakhir pada Maret–April. Menjelang kepulangan ke habitat asal, burung-burung tersebut ditandai dengan mulai tumbuhnya bulu berbiak sebagai persiapan untuk berkembang biak.
Selama berada di Tulungagung, burung migran disebut cenderung memilih area persawahan yang tergenang air atau memasuki masa awal tanam karena menyediakan sumber pakan yang melimpah.
David menambahkan, jenis yang paling banyak dijumpai adalah Terik Asia. Jumlah individunya dapat mencapai ribuan ekor dalam satu petak sawah. BBKSDA Jawa Timur menyatakan akan terus memantau perkembangan populasinya. Jika selama tiga tahun berturut-turut jumlah Terik Asia dinilai stabil dan tinggi, Tulungagung akan diusulkan sebagai jalur terbang migrasi burung tersebut.

