BERITA TERKINI
Bukittinggi Siapkan Peringatan 100 Tahun Jam Gadang, Wali Kota Perkuat Diplomasi Kota di Jakarta

Bukittinggi Siapkan Peringatan 100 Tahun Jam Gadang, Wali Kota Perkuat Diplomasi Kota di Jakarta

Pemerintah Kota Bukittinggi mematangkan persiapan peringatan 100 tahun Jam Gadang yang akan jatuh pada 2026. Untuk membawa ikon Sumatera Barat itu ke panggung internasional, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias memperkuat jejaring diplomasi melalui pertemuan dengan perwakilan negara Eropa di Jakarta.

Ramlan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen serta Wakil Duta Besar Jerman, Senin (30/3/2026). Pertemuan yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia itu disebut sebagai bagian dari implementasi city diplomacy guna memperluas kerja sama, terutama di bidang budaya, sejarah, dan literasi.

Dalam dialog tersebut, aspek historis Jam Gadang menjadi salah satu bahasan utama. Ramlan menekankan Jam Gadang tidak hanya dipandang sebagai bangunan fisik, melainkan simbol sejarah yang memiliki nilai internasional. Ia juga menyinggung mesin Jam Gadang yang diproduksi pabrik asal Jerman, Vortmann-Moelingen, dan disebut memiliki kemiripan teknologi dengan jam ikonik Inggris, Big Ben.

Untuk memperkuat narasi sejarah, Pemko Bukittinggi mendorong kerja sama akses terhadap arsip dan dokumen asli pembangunan Jam Gadang periode 1925–1926 yang tersimpan di Belanda. “Kami ingin menyusun kepingan sejarah yang utuh. Akses terhadap dokumen asli di Belanda akan menjadi kekayaan literasi bagi generasi mendatang sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis sejarah di Bukittinggi,” kata Ramlan.

Pertemuan itu juga membahas rencana kehadiran tamu kehormatan dari Eropa pada puncak peringatan satu abad Jam Gadang. Mengingat Jam Gadang dibangun sebagai hadiah dari Ratu Belanda pada masa kolonial, Ramlan menyampaikan undangan kepada perwakilan keluarga Ratu Wilhelmina untuk hadir pada agenda tersebut.

Ramlan menegaskan peringatan 100 tahun Jam Gadang tidak akan dikemas sebagai seremoni lokal semata, melainkan momentum strategis untuk mengangkat identitas Minangkabau di tingkat global. Ia menambahkan, agenda itu juga dikaitkan dengan pelaksanaan IMLF ke-4 yang dijadwalkan berlangsung pada 3–7 Juni 2026.