Washington DC — Buku Rasa Bhayangkara Nusantara versi bahasa Inggris hadir di Amerika Serikat. Buku berjudul Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program diserahkan oleh Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden RI, di Washington D.C. sebagai bagian dari diplomasi kultural Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Buku tersebut menonjolkan budaya, kepedulian sosial, serta pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia di panggung global. Penyusunannya dilakukan bersama oleh Dirgayuza Setiawan selaku Asisten Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan dan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Di sela pendampingan kunjungan Presiden RI ke Amerika Serikat, Dirgayuza menyerahkan langsung buku itu di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat. Penyerahan diterima oleh Dwisuryo Indroyono Soesilo, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat.
Kehadiran buku tersebut di Washington D.C. melanjutkan rangkaian diplomasi kultural Indonesia yang sebelumnya juga diperkenalkan di sejumlah forum. Pada Januari 2026, Dirgayuza menyerahkan buku yang disusun bersama Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo kepada Desra Percaya, Duta Besar RI untuk Inggris, di London pada 21 Januari 2026.
Tak lama setelah itu, buku tersebut diperkenalkan di forum global World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026, sebagai bagian dari showcase diplomasi Indonesia. Sejumlah media menilai kehadiran buku ini di Davos sebagai pendekatan segar diplomasi Indonesia yang memadukan kebijakan strategis, budaya, dan program sosial dalam satu narasi.
Dirgayuza Setiawan menyatakan buku tersebut kini berkembang menjadi instrumen diplomasi negara. “Buku Rasa Bhayangkara Nusantara sekarang sudah menjadi bagian dari diplomasi kultural Indonesia, mengenalkan kearifan budaya kita dalam program paling monumental Pemerintahan Presiden Prabowo,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyampaikan kebanggaannya karena buku yang disusunnya bersama Dirgayuza dapat menjangkau berbagai penjuru dunia. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi media diplomasi Indonesia sekaligus memperkenalkan gastronomi dan keanekaragaman kuliner Nusantara serta program Asta Cita Presiden kepada masyarakat global.

