BERITA TERKINI
Bursa Asia Dibuka Bervariasi: Nikkei Turun, Kospi Naik Tipis di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah

Bursa Asia Dibuka Bervariasi: Nikkei Turun, Kospi Naik Tipis di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah

Bursa saham Asia Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Rabu (22/4/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa perang di Timur Tengah dapat berlangsung lebih lama. Sentimen pasar turut dipengaruhi langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata AS di Iran.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut penundaan serangan terhadap Iran dilakukan hingga para pemimpin dan perwakilan Iran dapat mengajukan proposal yang terpadu. Ia menambahkan, gencatan senjata akan diperpanjang sampai Teheran mengajukan proposal atau diskusi selesai. Militer AS juga disebut akan melanjutkan blokade pelabuhan Iran.

Namun, jangka waktu perpanjangan gencatan senjata itu belum pasti. Media pemerintah Iran pada Rabu melaporkan para negosiator dari Teheran menyatakan tidak akan menghadiri pembicaraan dengan AS dan menyebutnya sebagai “buang-buang waktu.” Ketidakpastian tersebut juga dilaporkan menunda perjalanan Wakil Presiden JD Vance untuk bergabung dalam perundingan perdamaian, menurut laporan Axios dan The New York Times yang mengutip pejabat AS.

Di pasar komoditas, harga minyak menguat. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 0,80% menjadi USD 90,39 per barel pada pukul 20:01 ET. Sementara itu, minyak mentah Brent naik 0,77% menjadi USD 99,24 per barel.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,41% dan Topix melemah 0,67%. Data menunjukkan ekspor Jepang meningkat untuk bulan ketujuh berturut-turut, dengan surplus perdagangan 667 miliar yen (USD 4,18 miliar) pada Maret. Angka itu lebih rendah dibandingkan perkiraan surplus 1,1 triliun yen. Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada pertemuan kebijakan Bank Sentral Jepang yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Berbeda dengan Jepang, indeks Kospi Korea Selatan menguat tipis 0,16% setelah mencetak rekor tertinggi pada Selasa. Namun indeks Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil turun 0,42%. Bank sentral melaporkan harga produsen pada Maret tumbuh dengan laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun, didukung oleh kenaikan harga minyak di tengah konflik di Timur Tengah.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,59%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.221, dibandingkan penutupan terakhir indeks di 26.487,48.

Pergerakan berjangka di Wall Street cenderung menguat. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0,4%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average naik 190 poin atau 0,4%. Pada sesi reguler Selasa, S&P 500 ditutup turun 0,63% ke 7.064,01, Nasdaq Composite turun 0,59% ke 24.259,96, dan Dow Jones Industrial Average turun 293,18 poin atau 0,59% ke 49.149,38.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (21/4/2026) ditutup melemah 0,46% ke 7.559,38, sementara indeks LQ45 turun 1,61% menjadi 743,67. IHSG bergerak di rentang 7.511,82 hingga 7.568,98, dengan 386 saham menguat, 264 saham melemah, dan 168 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan tercatat 2.706.634 kali dengan volume 43,5 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 18 triliun. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 17.133. Dari 11 sektor, dua sektor melemah yakni energi turun 1,02% dan infrastruktur turun 0,07%. Sementara sektor industri naik 2,58% dan menjadi penguat terbesar, disusul sektor basic naik 2,33% serta consumer nonsiklikal naik 0,62%.