BERITA TERKINI
DBS Tinjau Ulang Agensi Kreatif untuk Enam Pasar Utama di Asia

DBS Tinjau Ulang Agensi Kreatif untuk Enam Pasar Utama di Asia

DBS Bank membuka proses review agensi kreatif di kawasan Asia-Pasifik dengan cakupan mandat di enam pasar utama, yakni Singapura, China, Hong Kong, India, Indonesia, dan Taiwan.

Dalam proses ini, DBS menjalankan tahap Request for Information (RFI). Agensi yang terpilih nantinya akan bertanggung jawab atas ekspresi merek, kampanye berskala besar, serta menjaga konsistensi kreatif secara keseluruhan di pasar-pasar tersebut.

Head of group marketing and communications DBS Bank, Audrey Kuah, menyatakan bahwa review ini terkait dengan ambisi merek bank untuk menjadi “mercusuar stabilitas dan kepercayaan.” Ia mengatakan DBS tengah mencari mitra agensi untuk menghadirkan pengalaman merek yang autentik dan visioner, sekaligus mencerminkan identitas bank sebagai institusi yang andal, terdiversifikasi, digital, dan disruptif.

“Tujuan kami adalah memastikan merek kami terus relevan dan mampu menumbuhkan kepercayaan di setiap titik kontak,” kata Audrey dalam pernyataannya.

Audrey juga menyebut DBS sedang berupaya memperkuat inisiatif pemasarannya, termasuk mendorong penggunaan AI generatif dan AI agentik untuk menjangkau nasabah ritel, klien wealth management, pelaku UKM, korporasi besar, hingga karyawan internal.

Proses pitch ini berlangsung setelah DBS menunjuk Audrey sebagai kepala grup marketing and communications pada 2 Januari 2026. Sebelumnya, ia bergabung dari VML dan menjabat sebagai co-CEO APAC sejak Januari 2024 hingga Februari 2025. Di DBS, Audrey akan mengawasi pemasaran bisnis dan performa, komunikasi eksternal dan internal, merek, serta pengelolaan konten di seluruh perusahaan.

Pengangkatan Audrey terjadi setelah Karen Ngui, yang sebelumnya menjabat managing director dan head of group strategic marketing and communications, melepas jabatannya pada Januari untuk berfokus pada inisiatif dampak sosial bank.

Dalam beberapa kampanye sebelumnya, DBS diketahui bekerja sama dengan sejumlah agensi, termasuk agensi independen The Secret Little Agency serta Digital SEA, agensi berbasis Jakarta yang sebelumnya berafiliasi dengan IPG.