Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Rusia pada Senin (27/4) untuk bertemu Presiden Vladimir Putin. Kunjungan ini dilakukan di tengah kebuntuan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) yang ditujukan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama delapan minggu.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui saluran Telegram resmi Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi menekankan pentingnya koordinasi dengan otoritas Rusia. Ia menyebut kampanye militer AS-Israel terhadap Republik Islam Iran telah mengganggu sejumlah pertemuan bilateral yang sebelumnya direncanakan.
Kunjungan tersebut berlangsung setelah laporan Axios menyebut Teheran mulai memberi sinyal kesediaan menerima kesepakatan sementara (interim deal). Dalam skema yang dilaporkan itu, Iran disebut akan membuka kembali Selat Hormuz dengan imbalan Washington mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Media Iran pada Minggu juga melaporkan Araghchi akan menyampaikan pesan kepada Pakistan, yang disebut sebagai mediator utama, bahwa perang dapat berakhir jika Amerika mencabut blokade laut, menyetujui kerangka hukum baru untuk Selat Hormuz, serta memberikan jaminan untuk tidak melakukan aksi militer pada masa depan.