Rusia disebut meningkatkan serangan rahasia terhadap infrastruktur utama di Jerman melalui operasi perang hibrida, yang dinilai Berlin berpotensi menjadi tahap awal konflik yang lebih luas. Informasi itu termuat dalam dokumen militer yang diperoleh Bloomberg.
Berdasarkan dokumen Kementerian Pertahanan Jerman, negara tersebut—sebagai pusat utama NATO di Eropa—diperkirakan menjadi target pertama Rusia melalui serangan hibrida secara diam-diam. Serangan ini digambarkan menggunakan taktik tidak konvensional atau non-militer, dengan sasaran antara lain infrastruktur energi dan pertahanan.
Dokumen tersebut juga merangkum pedoman kerja sama antara berbagai tingkatan pemerintahan dan lembaga di Jerman apabila terjadi konflik dengan Moskwa.
Kementerian Pertahanan menyatakan ancaman terhadap Jerman akan meningkat apabila terjadi eskalasi menjadi serangan bersenjata terbuka terhadap sayap timur NATO. “Hanya setelah serangan bersenjata terbuka terhadap sayap timur NATO, Jerman akan semakin terancam atau diserang dengan sarana militer seperti rudal jarak jauh, drone bersenjata, dan pasukan khusus,” demikian isi pernyataan dalam dokumen tersebut.

