Perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina menunjukkan dinamika baru di garis depan timur dan meningkatnya serangan terhadap infrastruktur strategis. Seorang reporter Al Jazeera, Zein Basravi, melaporkan pasukan Rusia terus bergerak secara lambat namun konsisten di sepanjang garis timur.
Menurut Basravi, Moskow berupaya memperluas “zona abu-abu” dengan mengerahkan unit marinir berpengalaman dalam skala kecil. Taktik ini disebut bertujuan menghindari bentrokan langsung dengan pasukan Ukraina yang memberikan perlawanan sengit. Ia juga menyatakan bahwa meski garis depan bergeser ke arah Rusia, laju ofensif yang dimulai sejak Maret kini melambat drastis.
Di sisi Rusia, Kementerian Pertahanan negara itu pada Minggu (7/9) mengklaim telah menguasai desa Khoroshe di wilayah Dnipropetrovsk. Klaim tersebut, sebagaimana dilaporkan, belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga.
Sementara itu, Ukraina menyatakan melancarkan serangan balik yang menyasar infrastruktur energi Rusia. Komandan pasukan drone Ukraina, Robert Brovdi, mengumumkan pihaknya menyerang pipa minyak Druzhba di wilayah Bryansk, Rusia, dan menyebut serangan itu menyebabkan “kerusakan parah” pada jalur pipa.
Pipa Druzhba dinilai memiliki peran penting karena menyalurkan minyak Rusia ke Hungaria dan Slovakia, dua negara Uni Eropa yang masih membeli energi dari Moskow meski banyak anggota blok tersebut telah memutuskan hubungan setelah invasi 2022. Namun, juru bicara perusahaan energi Hungaria, MOL, menyatakan pengiriman minyak ke negaranya masih berjalan sesuai jadwal. Adapun operator pipa Slovakia, Transpetrol, belum memberikan komentar terkait laporan serangan itu. Hingga kini, Moskow juga belum menanggapi klaim Ukraina tersebut.
Dalam perkembangan lain, media pemerintah Rusia RIA Novosti melaporkan sistem pertahanan udara Moskow menembak jatuh sedikitnya 69 drone Ukraina dalam serangan pada malam hari.
Rangkaian peristiwa ini menandai eskalasi baru dalam konflik yang berkepanjangan, ketika kedua pihak berupaya menunjukkan keunggulan, baik di medan tempur maupun melalui tekanan terhadap sektor strategis seperti energi.

