BERITA TERKINI
Ekonom: Indonesia Berpeluang Masuk Tujuh Besar Ekonomi Dunia pada 2035–2040

Ekonom: Indonesia Berpeluang Masuk Tujuh Besar Ekonomi Dunia pada 2035–2040

JAKARTA — Chief Economist Juwai IQI, Shan Saeed, menilai Indonesia berpotensi menjadi salah satu dari tujuh negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada periode 2035 hingga 2040.

Pernyataan itu disampaikan Shan dalam diskusi media bertajuk “Menakar Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global” yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) di Jakarta, Selasa (28/4/2026). “Indonesia akan menjadi negara ekonomi ketujuh terbesar di dunia pada 2035 hingga 2040,” ujarnya.

Menurut Shan, proyeksi tersebut ditopang sejumlah faktor, mulai dari stabilitas ekonomi makro, pertumbuhan yang konsisten, disiplin fiskal, hingga kredibilitas dalam pelaksanaan kebijakan. Ia menyebut Indonesia memiliki rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) di bawah 40%, defisit anggaran di bawah 3%, serta inflasi yang terjaga di kisaran 3,5%.

Untuk waktu dekat, Shan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di rentang 5% hingga 6%. Ia juga menilai faktor demografi menjadi salah satu pendorong penting, mengingat jumlah penduduk yang besar dinilai dapat memperkuat pasar domestik.

Dalam pandangannya, kredibilitas kebijakan berperan besar dalam menarik aliran investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI). “Kredibilitas adalah kapital baru,” kata Shan.

Ia menambahkan, Indonesia termasuk negara yang diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN bersama Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Di tengah ketidakpastian global, termasuk tekanan geopolitik dan fluktuasi harga energi, Shan menilai Indonesia berada dalam posisi yang relatif stabil dibandingkan sejumlah negara lain.

Terkait prospek jangka menengah, Shan menyebut target pertumbuhan ekonomi pemerintah di kisaran 5,4% hingga 5,5% masih realistis. Ia menilai pertumbuhan di atas 6% berpeluang tercapai apabila kondisi global membaik. “Jika konflik global mereda, pertumbuhan di atas 6% bukan sesuatu yang mengejutkan,” ujarnya.

Selain indikator ekonomi, Shan menekankan pentingnya investasi pada sumber daya manusia, termasuk pendidikan, sebagai penopang pertumbuhan jangka panjang. Ia mencontohkan sejumlah negara yang dinilainya mampu memperkuat fondasi ekonomi melalui investasi pendidikan, termasuk Jepang dan Korea Selatan.