BERITA TERKINI
Ekspor Gas Pipa Rusia ke Eropa Turun 44% pada 2025, Terendah Sejak 1970-an

Ekspor Gas Pipa Rusia ke Eropa Turun 44% pada 2025, Terendah Sejak 1970-an

Ekspor gas Rusia ke Eropa melalui jaringan pipa turun tajam pada 2025. Volume pasokan yang dikirim perusahaan energi Rusia, Gazprom, tercatat merosot 44% dan menjadi level terendah sejak pertengahan 1970-an.

Penurunan ini terjadi setelah penutupan jalur transit utama melalui Ukraina serta langkah Uni Eropa (UE) yang kian agresif untuk menghentikan impor bahan bakar fosil dari Moskow. Perhitungan berdasarkan data arus gas menunjukkan total pasokan Gazprom ke Eropa sepanjang tahun ini tinggal 18 miliar meter kubik (bcm).

Angka tersebut jauh di bawah puncak ekspor pada 2018–2019 yang mencapai sekitar 175–180 bcm per tahun. Secara historis, volume 18 bcm juga berada di bawah catatan awal ekspor gas Siberia Uni Soviet pada 1975, yang mencapai 19,3 bcm.

Penurunan pada 2025 sekaligus membalik tren pemulihan yang sempat terlihat pada tahun sebelumnya. Pada 2024, gabungan ekspor gas melalui pipa Ukraina dan TurkStream mencapai 32 bcm, atau tumbuh 13% dibandingkan 2023. Namun, keputusan Ukraina untuk tidak memperpanjang kesepakatan transit lima tahunan yang berakhir pada 1 Januari membuat volume pasokan tersebut terpangkas hampir separuhnya.

Saat ini, TurkStream—pipa bawah laut—menjadi satu-satunya rute transit yang tersisa menuju Eropa. Jalur ini memasok negara-negara seperti Serbia, Hungaria, dan Slovakia, selain mengalirkan gas ke Turki yang menyerap sekitar 20 bcm per tahun.

Meski total ekspor Rusia ke Eropa turun, kinerja TurkStream mencatat kenaikan. Ekspor ke Eropa melalui jalur ini naik sekitar 7% pada 2025 dari 16,8 bcm pada 2024. Pada Desember, pasokan via TurkStream meningkat 12,9% secara tahunan dan naik 3% dibandingkan November menjadi sekitar 56 juta meter kubik per hari.

Di sisi kebijakan, UE tetap menargetkan penghentian total impor gas Rusia pada akhir 2027 untuk mengurangi ketergantungan energi sekaligus membatasi aliran dana ke Moskow. Namun demikian, Rusia masih mempertahankan peran penting di pasar Eropa sebagai pemasok gas alam cair (LNG) terbesar kedua bagi UE setelah Amerika Serikat melalui pengiriman menggunakan kapal tanker.