FIFA tengah membahas rencana peningkatan dukungan finansial bagi federasi sepak bola anggotanya menjelang Piala Dunia 2026. Informasi ini disampaikan juru bicara FIFA menjelang pertemuan Dewan FIFA di Vancouver, Kanada, yang dijadwalkan berlangsung pada 28 April.
Dalam pernyataannya pada 27 April, juru bicara FIFA menyebutkan bahwa organisasi tersebut sedang berdiskusi dengan federasi sepak bola di seluruh dunia untuk meningkatkan pendapatan. Pembahasan itu mencakup proposal peningkatan kontribusi keuangan bagi seluruh tim yang lolos ke Piala Dunia 2026, serta penambahan dana pengembangan untuk semua 211 asosiasi anggota FIFA.
Rencana tersebut turut disoroti media Vietnam, Soha. Media itu menilai kebijakan FIFA ini menjadi kabar baik bagi federasi anggota, termasuk Federasi Sepak Bola Vietnam, karena berpotensi memperkuat program pengembangan sepak bola, terutama pada level usia muda.
Soha menuliskan bahwa pendanaan dari FIFA diperkirakan akan meningkat melalui program pengembangan sepak bola global. Dana tambahan itu disebut dapat digunakan untuk investasi infrastruktur, pelatihan pemain muda, pengembangan sepak bola wanita, serta peningkatan kualitas liga domestik. Media tersebut juga menyebut perkiraan jumlah minimum pendanaan dapat mencapai hingga 5 juta dolar AS untuk empat tahun ke depan.
Menurut Soha, salah satu tujuan peningkatan pendanaan adalah mempersempit kesenjangan antara negara-negara sepak bola maju dan negara berkembang. Kebijakan ini dinilai menunjukkan FIFA tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan turnamen besar, tetapi juga pada pembangunan fondasi jangka panjang sepak bola global.
Bagi Indonesia, usulan peningkatan dana pengembangan tersebut berpotensi memberi manfaat bagi PSSI dalam mendukung program pembinaan dan kebutuhan Timnas Indonesia ke depan, seiring FIFA membahas perluasan dukungan finansial bagi seluruh federasi anggotanya.