BERITA TERKINI
Forum Diplomatik Hasilkan MoU Kerja Sama Kota Sukabumi dengan Armenia, Georgia, dan Rumania

Forum Diplomatik Hasilkan MoU Kerja Sama Kota Sukabumi dengan Armenia, Georgia, dan Rumania

Kota Sukabumi menggelar The Diplomatic Forum yang menghasilkan nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan tiga negara, yakni Armenia, Georgia, dan Rumania. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyebut kerja sama tersebut akan dimulai dari tahap MoU sebelum masuk ke implementasi yang lebih rinci.

“Kerja sama tersebut akan dimulai dari tahap MoU sebelum masuk ke implementasi lebih rinci. Setelah itu kita tingkatkan menjadi perjanjian kerja sama. Kalau dalam kerja sama sudah ada item-itemnya,” ujar Ayep di Balai Kota Sukabumi, Rabu (22/4/2026).

Ayep menambahkan, sejumlah negara lain juga menunjukkan ketertarikan untuk menjalin hubungan sister city. Ia menyebut Hungaria dan Georgia termasuk pihak yang menunjukkan minat serius.

Salah satu fokus utama kerja sama, menurut Ayep, berada di sektor pendidikan. Pemerintah Kota Sukabumi berencana mengirim tenaga pengajar ke luar negeri sebagai bagian dari kolaborasi. Ia mencontohkan Georgia yang meminta percepatan proses karena tahapan perjanjian di negara tersebut disebut hanya tiga tahapan, sementara di Indonesia sekitar tujuh hingga 11 tahapan.

“Tapi kita akan upayakan secepatnya supaya kita menjalin satu kerja sama sehingga Kota Sukabumi bisa memberangkatkan guru-guru, tenaga pengajar TK, SD, maupun SMP ke Georgia,” kata Ayep.

Selain pendidikan, Ayep menyebut kerja sama juga direncanakan merambah sektor kesehatan dan ekonomi. Ia juga menyampaikan visinya terkait dorongan ekspor berbasis teknologi kesehatan, termasuk gagasan ekspor stem cell dari Indonesia ke berbagai negara.

Menurut Ayep, langkah diplomasi ini diarahkan untuk mempercepat pembangunan Kota Sukabumi melalui dukungan dan komunikasi dengan negara-negara yang lebih maju.

“Outcome kita, apa yang kita harapkan nanti adalah percepatan pembangunan di Kota Sukabumi sehingga kita tidak hanya didukung oleh internal Kota Sukabumi, tapi kita juga bisa berkomunikasi dengan negara-negara yang sudah maju,” ujarnya.

Ayep menegaskan, diplomasi modern tidak lagi terbatas pada hubungan antarnegara, melainkan dapat dilakukan langsung antarkota dengan cakupan kerja sama yang luas, mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, pertanian, hingga sosial budaya.

Dalam kesempatan itu, Ayep juga menyampaikan bahwa Diplomatic Forum tidak sekadar seremonial. Ia mengatakan Diplomatic Club menjadi wadah strategis bagi para duta besar negara sahabat yang bertugas di Indonesia serta perwakilan diplomatik RI untuk luar negeri. Ayep menyebut dirinya telah diangkat menjadi anggota Diplomatic Club, yang menurutnya membuka jalur komunikasi langsung dengan para anggota di Jakarta.

Ayep menyebut terdapat 14 duta besar negara sahabat dan tiga duta besar Indonesia yang hadir dan memberikan atensi terhadap potensi Kota Sukabumi. Ke-14 duta besar negara sahabat itu berasal dari Meksiko, Armenia, Hungaria, Georgia, Ceko, Zimbabwe, Denmark, Azerbaijan, Rumania, Kazakhstan, Laos, Ukraina, Thailand, dan Guatemala.