BERITA TERKINI
Ibas Dorong Penguatan Diplomasi Bahasa dan Budaya Indonesia–Korea Selatan

Ibas Dorong Penguatan Diplomasi Bahasa dan Budaya Indonesia–Korea Selatan

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) melakukan kunjungan diplomasi kebangsaan ke King Sejong Institute Foundation (KSIF) di Seoul, Korea Selatan. Pertemuan tersebut ditujukan untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan melalui kolaborasi bahasa, budaya, serta pengembangan generasi muda.

Dalam kunjungan itu, Ibas mengapresiasi peran KSIF yang dinilai strategis dalam mempromosikan budaya Korea di Indonesia. Ia menekankan pentingnya investasi pada pendidikan bahasa sebagai kunci menghadapi tantangan global.

Ibas juga menyoroti perbandingan alokasi anggaran Pemerintah Korea Selatan untuk KSIF dengan program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia untuk memperkuat strategi internasionalisasi Bahasa Indonesia.

Selain isu ketenagakerjaan, Ibas mendorong kolaborasi yang lebih luas di sektor ekonomi, pendidikan, teknologi, lingkungan, dan keamanan. Ia menilai kerja sama lintas sektor dapat memperkuat fondasi hubungan kedua negara.

Data yang disampaikan dalam pertemuan menunjukkan lebih dari 20.000 pelajar Indonesia mempelajari bahasa Korea. Sementara itu, mahasiswa Korea Selatan disebut mulai aktif mempelajari Bahasa Indonesia di sejumlah universitas, termasuk Seoul National University (SNU) dan Yonsei University. Disebutkan pula bahwa kerja sama KSIF dengan ITDC berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan Korea Selatan ke Indonesia sebesar 10 persen.

“Melalui semangat Creative Power for Next Generation, kita harus mempersiapkan generasi muda melalui penguatan kemampuan bahasa dan kolaborasi internasional demi memanfaatkan bonus demografi,” ujar Ibas.

Dalam suasana akrab, Ibas sempat berseloroh dengan harapan agar kehadiran KSIF di Indonesia dapat diperluas menjadi 26 titik—merujuk pada tahun 2026—dari 9 titik yang ada saat ini.

Presiden KSIF Chun Wooyong menyambut positif usulan tersebut. Ia menyatakan komitmen untuk memperluas jangkauan pendidikan bahasa Korea di Indonesia sebagai fondasi hubungan jangka panjang kedua negara.

Kunjungan ini turut diikuti delegasi lintas komisi dari Fraksi Partai Demokrat DPR RI. Kehadiran delegasi tersebut disebut sebagai penegasan komitmen parlemen dalam mendukung diplomasi internasional di berbagai sektor strategis.