GlobalHealth Asia-Pacific 2026, ajang penghargaan, konferensi, dan summit di industri kesehatan, digelar di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, pada 20-21 April 2026. Kegiatan ini mempertemukan pakar, pelaku industri, dan rumah sakit dari kawasan Asia Pasifik untuk merayakan inovasi, kolaborasi, serta keunggulan dalam layanan kesehatan.
Pada hari pertama, acara menghadirkan Healthcare Insights and Leadership Forum 2026. Forum ini disebut sebagai langkah ekspansi strategis dari ajang sebelumnya, dengan ruang diskusi yang dibuat lebih fokus dan interaktif.
Sejumlah pemimpin industri kesehatan, pembuat kebijakan, investor, hingga inovator dari berbagai negara berkumpul untuk membahas arah masa depan layanan kesehatan di Asia Pasifik. Berbagai isu yang diangkat mencakup inovasi pengobatan kanker, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem kesehatan, perkembangan wisata medis, serta pembiayaan layanan kesehatan lintas negara.
Sorotan tahun ini juga tertuju pada meningkatnya peran China dalam industri kesehatan regional. Untuk pertama kalinya, forum menghadirkan delegasi besar dari China yang terdiri dari pemimpin rumah sakit, investor, dan pelaku industri kesehatan. Sejumlah sesi membahas pengaruh tersebut, termasuk tantangan onkologi di Asia dan perubahan dinamika wisata medis seiring ekspansi China di kawasan.
Indonesia turut menjadi perhatian dalam rangkaian diskusi. Forum mengangkat potensi Indonesia sebagai pusat layanan kesehatan dan wisata medis, termasuk strategi memperkuat kapasitas layanan domestik serta upaya menekan jumlah pasien yang memilih berobat ke luar negeri.
Berbeda dari konferensi konvensional, forum ini menitikberatkan pada pencarian solusi nyata, penguatan kolaborasi lintas negara, dan dialog terbuka antar pemimpin industri. Direktur GlobalHealth Asia-Pacific, Narender Panjwani, menilai forum ini penting di tengah dinamika industri kesehatan yang kian kompleks. “Healthcare di Asia-Pacific memasuki fase baru yang semakin kompleks, forum ini masa depan bagi banyak orang untuk maju bersama,” kata Narender Panjwani.