BERITA TERKINI
Gus Yahya Tegaskan Diplomasi Global NU, Bantah Tuduhan sebagai “Agen Zionis”

Gus Yahya Tegaskan Diplomasi Global NU, Bantah Tuduhan sebagai “Agen Zionis”

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menegaskan kembali sikapnya terkait peran diplomasi internasional NU, sekaligus membantah tuduhan yang menyebut dirinya memiliki afiliasi dengan kepentingan Zionis. Pernyataan itu disampaikan di tengah polemik internal yang sempat memunculkan narasi pemakzulan terhadap dirinya.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam pertemuan dengan para pengurus PCNU se-Karesidenan Banyumas di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kroya, Sabtu (25/4). Dalam forum itu, seorang ketua PCNU menyampaikan pengakuan bahwa kapasitas dan pengalaman internasional Gus Yahya dinilai menjadi keunggulan yang jarang dimiliki kader NU lainnya.

Gus Yahya menanggapi tuduhan sebagai “agen Zionis” dengan bantahan terbuka. Ia menyatakan keterlibatan NU di panggung global merupakan konsekuensi dari posisi NU sebagai organisasi Islam besar di Indonesia yang telah lama dikenal dunia.

“Memang sudah nasib NU ini dikenal dunia. Apa yang saya lakukan sekarang pun belum sebanding dengan yang dilakukan Abdurrahman Wahid dulu,” kata Gus Yahya. Ia merujuk pada langkah diplomasi mendiang Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang pernah menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh Israel, termasuk Perdana Menteri Shimon Peres, sebagai bagian dari upaya mencari jalan damai dalam konflik global, termasuk isu Palestina.

Gus Yahya menilai keterlibatan dalam pertemuan dengan aktor-aktor global tidak otomatis berarti mengorbankan prinsip. Menurutnya, diplomasi adalah strategi untuk membuka ruang dialog dan mencari solusi damai. “Lalu apakah karena itu Gus Dur dan saya dianggap hilang iman? Silakan saja kalau ada yang menilai begitu. Tapi kalau kita ingin berperan di dunia, kita harus siap bertemu dan berhadapan dengan para aktor global itu,” ujarnya.

Ia menegaskan NU tidak tinggal diam dalam memperjuangkan nasib Palestina. “Kita tidak ingin perang dengan Israel. Tapi kita juga tidak tinggal diam. Kita berikhtiar mencari jalan damai untuk memperjuangkan nasib Palestina,” kata Gus Yahya.

Di akhir pernyataannya, Gus Yahya juga menyampaikan alasan personal yang menurutnya melandasi langkah-langkah internasional tersebut, yakni tanggung jawab moral dan keagamaan. Ia menyebut mengenal sejumlah tokoh dunia, mulai dari anggota senat Amerika hingga politisi dari Inggris dan Belanda. “Saya tidak mau nanti dihisab karena tidak berbuat apa-apa untuk Palestina. Pertemuan dengan tokoh dunia bukan sekadar perkenalan, tapi bagian dari ikhtiar memahami dan memengaruhi arah kebijakan global,” tuturnya.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa PBNU memandang peran internasional sebagai bagian dari strategi aktif dalam percaturan global, meski kerap memicu perbedaan pandangan dan disalahpahami, termasuk di kalangan internal.