Harga minyak dunia bergerak relatif stabil pada awal pekan ini setelah mencatat penurunan tipis pada pekan lalu. Pelaku pasar mencermati potensi dampak langkah Uni Eropa (UE) terhadap pasokan minyak Rusia, di tengah meningkatnya serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi negara anggota OPEC+ tersebut.
Minyak Brent diperdagangkan di atas US$66 per barel setelah turun 0,5% pada pekan lalu. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$63 per barel.
UE disebut tengah menyiapkan putaran sanksi berikutnya terhadap Rusia yang akan menyasar entitas industri minyak di negara ketiga. Kebijakan tersebut diperkirakan memengaruhi sekitar belasan perusahaan di China serta beberapa badan usaha di India, sebagai upaya menekan akses Kremlin terhadap petrodolar.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan sanksi akan diarahkan kepada pihak-pihak yang dinilai mendukung perang Rusia dengan membeli minyak yang melanggar sanksi. “Kami kini menargetkan mereka yang mendukung perang Rusia dengan membeli minyak yang melanggar sanksi,” kata von der Leyen kepada wartawan, Jumat (19/9). “Kami menyasar kilang, pedagang minyak, hingga perusahaan petrokimia di negara ketiga, termasuk China,” ujarnya.
Di sisi lain, Ukraina mengklaim serangan drone pada Sabtu telah merusak infrastruktur energi jauh di wilayah Rusia, termasuk pipa minyak utama dan dua kilang. Kyiv juga disebut semakin gencar melancarkan serangan drone terhadap fasilitas energi Rusia dalam sebulan terakhir.

