BERITA TERKINI
Hari ke-59 Konflik Iran-AS: Diplomasi Dipercepat, Trump Buka Jalur Komunikasi di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Hari ke-59 Konflik Iran-AS: Diplomasi Dipercepat, Trump Buka Jalur Komunikasi di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Memasuki hari ke-59 konflik antara Iran dan Amerika Serikat, upaya diplomasi dilaporkan kian intensif di tengah ketegangan militer yang belum mereda di kawasan Timur Tengah, termasuk di Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi disebut melakukan rangkaian kunjungan ke sejumlah negara mitra regional. Ia dilaporkan bolak-balik ke Pakistan dan Oman sebelum melanjutkan perjalanan ke Rusia. Araghchi dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Saint Petersburg untuk membahas hubungan bilateral serta perkembangan konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dalam pernyataannya, Araghchi menyebut pembicaraan dengan Pakistan berlangsung produktif dan turut membahas kemungkinan syarat untuk melanjutkan negosiasi dengan Washington. Ia juga menyatakan Iran dan Oman sepakat melanjutkan konsultasi teknis terkait keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu titik krusial dalam konflik.

Dari pihak Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menyatakan Iran dapat menghubungi pemerintahannya kapan saja jika ingin memulai kembali perundingan. Pernyataan itu muncul setelah Washington membatalkan rencana pengiriman utusan ke Pakistan, yang sebelumnya dijadwalkan untuk membuka jalur diplomasi langsung.

Trump kembali menegaskan posisi Amerika Serikat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, namun ia tetap menyampaikan peluang dialog masih terbuka.

Di sisi lain, situasi di lapangan masih menunjukkan eskalasi. Korps Garda Revolusi Iran menegaskan tidak akan membuka blokade di Selat Hormuz, yang dinilai sebagai strategi untuk menekan Amerika Serikat dan sekutunya.

Ketegangan juga dilaporkan meningkat di Lebanon. Serangan Israel disebut menewaskan sedikitnya 14 orang, termasuk warga sipil, meski gencatan senjata masih berlaku. Kelompok Hizbullah menolak tuduhan Israel terkait pelanggaran gencatan senjata dan menyatakan serangan yang dilakukan merupakan respons atas tindakan Israel yang mereka nilai melanggar kesepakatan sejak awal.