Kapal induk Amerika Serikat USS George H.W. Bush bersama kapal-kapal pengawalnya dilaporkan berlayar mengelilingi Afrika bagian selatan dalam perjalanannya menuju kawasan Timur Tengah. Pergerakan ini terjadi di tengah pemberlakuan blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz.
Menurut laporan USNI News pada Senin (13/4) yang mengutip pejabat pertahanan, rute tersebut dipilih untuk menghindari Laut Merah dan Bab el-Mandeb sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan dari kelompok Houthi.
Dikutip dari Antara pada Selasa (14/4), kapal induk itu juga disebut tidak melintasi Selat Gibraltar menuju Laut Mediterania, yang biasanya menjadi jalur umum bagi kapal induk berbasis Pantai Timur AS saat bergerak ke Timur Tengah. Kapal tersebut dilaporkan bersiap bergabung dengan kekuatan angkatan laut yang terus bertambah di Laut Arab.
Sebelumnya pada hari yang sama, Komando Pusat AS mulai memberlakukan blokade di jalur perairan tersebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden Donald Trump setelah perundingan antara Washington dan Teheran dilaporkan gagal mencapai kesepakatan.
Pada Sabtu, Iran dan Amerika Serikat memulai pembicaraan di Islamabad setelah Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan. Namun, pada Ahad (12/4) pagi, Pemimpin Delegasi AS sekaligus Wakil Presiden J.D. Vance menyatakan bahwa perundingan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan dan delegasi AS akan kembali tanpa hasil.
Di sisi lain, laporan juga menyebutkan bahwa pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.