Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) berpesan kepada Dewan Pengurus Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Timur Tengah dan Afrika (Timtengka) agar menuntut ilmu setinggi mungkin selama menjalani pendidikan. Ia berharap para pelajar dapat menjadi rujukan ilmu dan pakar di bidang masing-masing setelah kembali ke Indonesia.
Pesan itu disampaikan HNW saat menerima Dewan Pengurus PPI Timtengka di Ruang Kerja, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/11/2018). Dalam pertemuan tersebut, HNW mencontohkan Ustaz Abdul Somad sebagai sosok alumni yang dinilai ideal karena keilmuannya dibangun sejak masa studi di Mesir dan Maroko.
HNW juga meminta para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam PPI Timtengka untuk fokus belajar agar kelak dapat menjadi ulama yang memahami Islam dengan pemahaman yang benar. Menurutnya, Indonesia saat ini masih kekurangan ulama dengan kapasitas keilmuan tinggi dan pemahaman yang tepat.
Selain itu, HNW menilai peluang berkarya dan berkontribusi bagi lulusan Timur Tengah dan Afrika terbuka luas. Ia menyinggung contoh KH Ma'ruf Amin yang maju sebagai calon wakil presiden, serta sejumlah kiai di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menjadi calon gubernur dan calon wakil gubernur.
"Ini menandakan Indonesia sangat terbuka bagi lulusan dari Timur Tengah dan pesantren," ujar HNW. Ia juga menyebut sudah banyak lulusan Timur Tengah yang kembali ke Indonesia dan menjadi pahlawan nasional.
Dalam kesempatan itu, HNW turut menyampaikan pengalamannya sebagai lulusan pesantren dan Timur Tengah yang dapat menjadi tokoh nasional. Ia juga menyinggung KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. "Saya bisa menjadi Ketua MPR (periode 2004 - 2009) dan Wakil Ketua MPR (periode 2014 - 2019). KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bisa jadi presiden. Kami berdua adalah lulusan pesantren dan Timur Tengah," katanya.
Sejumlah pengurus PPI yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Muhammad Ruhiyat Haririe (PPI Sudan), Ikhwan Hakim Rangkuti (Koordinator PPI Timtengka 2017-2018), Tohirin (PPI Yaman), Rifqi Taqiuddin Syarif (PPI Sudan), dan Ali Zulfikar.
Sebelumnya, Koordinator PPI Timtengka 2018-2019 sekaligus perwakilan PPI Sudan, Muhammad Ruhiyat Haririe, menyampaikan terima kasih atas perhatian pimpinan MPR kepada mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika.

