BERITA TERKINI
Ibas Temui Pimpinan KSIF di Korea Selatan, Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia–Korsel

Ibas Temui Pimpinan KSIF di Korea Selatan, Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia–Korsel

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama delegasi anggota MPR/DPR RI dan perwakilan Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan menggelar pertemuan diplomasi kebangsaan dengan pimpinan King Sejong Institute Foundation (KSIF) di Korea Selatan.

Rombongan diterima Presiden KSIF Chuun Wo Yong, Sekretaris Jenderal Choi Hyunseung, serta Direktur Jenderal Jeong Jongkwon. Dalam pertemuan tersebut, Ibas menyampaikan apresiasi atas peran KSIF dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Korea Selatan ke berbagai negara, termasuk Indonesia. KSIF dinilai menjadi jembatan untuk memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus membuka peluang kolaborasi antarbangsa.

“Kehadiran kami merupakan wujud komitmen untuk terus mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan. Kerja sama internasional seperti ini memiliki dampak besar dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi kedua negara,” ujar Ibas dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Ibas juga menyinggung kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 286 juta penduduk, sekitar 17.000 pulau, 718 bahasa daerah, dan kurang lebih 1.340 suku bangsa. Kekayaan budaya tersebut, menurutnya, sekaligus menghadirkan tantangan dalam memperluas kerja sama bahasa di tingkat internasional. Dalam konteks ini, Indonesia menyambut baik program pendidikan bahasa dan budaya yang dijalankan KSIF.

Dalam pertemuan itu turut disampaikan gambaran dukungan pendanaan program kebahasaan dan budaya. Pemerintah Korea Selatan disebut mengalokasikan anggaran lebih besar untuk KSIF dibandingkan dukungan terhadap program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Perbedaan alokasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat ekspansi program bahasa Korea di berbagai negara, termasuk Indonesia, berkembang lebih cepat dan luas, sekaligus menjadi pembelajaran dalam memperkuat strategi internasionalisasi Bahasa Indonesia ke depan.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya penguatan kerja sama di luar sektor ketenagakerjaan, dengan fokus pada lima sektor utama: ekonomi, pendidikan, teknologi, lingkungan hidup, dan keamanan. Kolaborasi inovatif serta investasi di sektor-sektor tersebut diyakini dapat menghadirkan solusi global yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

Data yang disampaikan dalam pertemuan menunjukkan peningkatan pertukaran budaya kedua negara. Lebih dari 20.000 pelajar di Indonesia disebut telah mempelajari bahasa Korea, sementara ribuan mahasiswa Korea Selatan mempelajari bahasa Indonesia di sejumlah universitas, antara lain Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University.

Di sektor pariwisata, kerja sama antara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan KSIF disebut turut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Korea Selatan ke Indonesia hingga 10 persen. Ibas menyampaikan harapan agar kerja sama ke depan dapat diperluas, yang disambut tepuk tangan sebagai simbol optimisme terhadap penguatan kolaborasi kedua negara.

Menutup pertemuan, Ibas menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi bonus demografi melalui penguatan pendidikan, kemampuan bahasa, dan kolaborasi internasional. “Melalui semangat Creative Power for Next Generation: Innovation, Identity, and Collaboration, kita dapat membangun masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi kedua negara,” ujarnya.

Dari pihak KSIF, Presiden Chun Wooyong menyampaikan pertemuan diisi diskusi mengenai langkah strategis untuk memperkuat pendidikan bahasa dan budaya Korea di Indonesia dengan memanfaatkan keberadaan sembilan King Sejong Institute yang telah beroperasi. Ia menegaskan komitmen KSIF untuk memperluas jangkauan promosi bahasa dan budaya Korea secara global serta mempererat pertukaran budaya Indonesia–Korea Selatan sebagai fondasi hubungan jangka panjang kedua negara.

Sejumlah pimpinan tim strategis KSIF turut hadir, mencakup bidang perencanaan, kerja sama, operasional, pendidikan dan kebudayaan, hingga pengembangan layanan digital dan asesmen bahasa Korea. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat diplomasi kebangsaan Indonesia serta memperluas kerja sama strategis Indonesia–Korea Selatan pada masa mendatang.