BERITA TERKINI
IHSG Turun 17,55% Sepanjang 2026, Terburuk di ASEAN dan Asia Pasifik

IHSG Turun 17,55% Sepanjang 2026, Terburuk di ASEAN dan Asia Pasifik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja negatif sepanjang 2026 dan masuk jajaran bursa dengan penurunan terdalam di dunia. Berdasarkan data World Index Comparison dalam statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) per pukul 16.00 WIB pada Jumat (24/4/2026), IHSG terkoreksi 17,55% secara year to date (ytd) dan menempati peringkat 35 dari 36 bursa global yang terindeks World Federation of Exchange (WFE).

Pada perdagangan Jumat (24/4/2026), IHSG (IDX Composite Index) ditutup melemah 3,38% ke level 7.129,490. Penurunan ini memperpanjang tekanan yang terjadi sepanjang tahun berjalan.

Di kawasan ASEAN, IHSG berada di posisi terbawah, yakni peringkat 6 dari 6 bursa. Dalam pergerakan harian, bursa regional bergerak variatif: Vietnam dengan VN-Index menguat 0,70% ke 1.870,360, sementara Thailand (SET Index) turun 0,36%, Singapura (Straits Times Index/STI) melemah 0,43%, Filipina (PSEi Index) turun 0,67%, dan Malaysia (FTSE Bursa Malaysia KLCI Index) terkoreksi tipis 0,08%.

Secara kumulatif ytd, Thailand memimpin kawasan dengan kenaikan 15,59%, disusul Singapura 5,95% dan Vietnam 4,81%. Malaysia masih mencatat kenaikan 2,39%, sedangkan Filipina turun 1,81%. Penurunan IHSG sebesar 17,55% menjadi yang terdalam di antara bursa-bursa ASEAN tersebut.

Di kawasan Asia Pasifik, IHSG juga menempati posisi paling bawah, berada di peringkat 13 dari 13 bursa. Sebagai perbandingan, Korea Selatan (KOSPI Index) memimpin dengan lonjakan 53,66%, diikuti Taiwan (TSE Weighted Index) 34,42% dan Jepang (Nikkei 225) naik 18,63%. China (SSE Composite Index) dan Hong Kong (Hang Seng Index) masing-masing naik 2,80% dan 1,36%.

Australia (All Ordinaries Index) tercatat turun tipis 0,14%. Sementara itu, India (S&P BSE SENSEX Index) terkoreksi 10,04%, namun masih berada satu tingkat lebih baik dibandingkan kinerja IHSG sepanjang tahun ini.