BERITA TERKINI
IKA PTKIN Bentuk Forum Komunikasi Nasional, Siapkan Konsolidasi Alumni dan Dukungan untuk Isu Gaza-Palestina

IKA PTKIN Bentuk Forum Komunikasi Nasional, Siapkan Konsolidasi Alumni dan Dukungan untuk Isu Gaza-Palestina

Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) se-Indonesia menyepakati pembentukan Forum Komunikasi Nasional IKA PTKIN se-Indonesia dalam Pertemuan Nasional yang digelar di Jakarta pada 23–25 April 2026. Pembentukan forum ini menjadi tonggak baru untuk memperkuat sinergi antaralumni dari 59 PTKIN di seluruh Indonesia.

Ketua Umum IKA PTKIN se-Indonesia, Idrus Marham, mengatakan forum tersebut akan menjadi ruang konsolidasi gagasan, penguatan jaringan, sekaligus wadah untuk merumuskan kontribusi nyata bagi bangsa. Ia menyebut kepengurusan forum telah tersusun dan akan segera menjalankan berbagai kegiatan.

Menurut Idrus, forum ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana silaturahmi alumni, tetapi juga diharapkan menjadi pusat pemikiran strategis dalam merespons isu nasional dan global. Salah satu agenda yang akan dikembangkan adalah penguatan dukungan intelektual terhadap kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya terkait isu kemanusiaan di Gaza dan perjuangan kemerdekaan Palestina.

Idrus menilai langkah diplomasi yang ditempuh Presiden Prabowo Subianto dalam merespons krisis kemanusiaan di Gaza perlu diperkuat dengan gagasan konseptual dari kalangan akademisi dan alumni PTKIN. Ia menyatakan dukungan pemikiran tersebut diperlukan untuk memantapkan posisi dan peran Presiden dalam upaya penyelesaian persoalan kemanusiaan di Gaza serta mendorong pengakuan dan perwujudan kemerdekaan Palestina secara konkret.

Ia juga menjelaskan bahwa diskusi mengenai isu Palestina sebelumnya telah berlangsung di sejumlah PTKIN, antara lain di Sumatera Utara, Makassar, Jakarta, dan Surabaya. Dengan hadirnya forum nasional, berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat disatukan dalam satu gerakan intelektual yang lebih terkoordinasi.

Ke depan, pembahasan isu-isu strategis disebut akan dilakukan secara berkelanjutan dari kampus ke kampus, melibatkan alumni bersama pimpinan PTKIN. Idrus menekankan hubungan antara kampus dan alumni merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam membangun kontribusi bagi umat dan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyambut positif gagasan yang lahir dari forum tersebut. Ia menilai situasi global saat ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mempersiapkan diri menjadi pusat peradaban dunia Islam di masa depan.

Nasaruddin menyebut stabilitas dan kondusivitas Indonesia menjadi modal utama untuk melahirkan peradaban unggul. Menurutnya, dalam suasana damai akan lahir para pemikir, ilmuwan, dan inovator yang membentuk masa depan peradaban. Ia juga menyatakan optimistis Indonesia memiliki prasyarat untuk memainkan peran sentral tersebut, dengan dukungan stabilitas nasional, kekuatan intelektual, serta jejaring kelembagaan seperti IKA PTKIN.