BERITA TERKINI
Indo Barometer: Ganjar Berpeluang Memilih Cawapres Berlatar NU

Indo Barometer: Ganjar Berpeluang Memilih Cawapres Berlatar NU

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, menilai sejumlah tokoh yang disebut berpeluang maju sebagai calon presiden cenderung akan mencari figur calon wakil presiden (cawapres) dengan latar belakang Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, kecenderungan itu tidak hanya berlaku untuk Ganjar Pranowo, tetapi juga Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

“Saya punya kecenderungan untuk mengatakan bahwa baik Pak Prabowo, Pak Ganjar, maupun Mas Anies itu kecenderungannya akan mencari figur (calon) wakil presiden dengan latar belakang Nahdlatul Ulama,” ujar Qodari dalam keterangan video, Ahad (23/4/2023).

Qodari juga menyebut PDI Perjuangan hampir pasti mencari figur berlatar NU. Ia menilai hal itu berkaitan dengan posisi PDI Perjuangan sebagai partai nasionalis yang, baik secara ideologi maupun elektoral, memiliki ketertarikan untuk bertemu dengan Islam tradisional.

“PDI Perjuangan hampir pasti mencari figur dengan latar belakang calon Nahdlatul Ulama. Karena apa? karena PDI Perjuangan ini partai nasionalis, secara ideologi dan secara elektoral mereka tertarik ingin bertemu Islam tradisional,” ujarnya.

Dalam penilaiannya, setidaknya ada lima tokoh berlatar NU yang berpotensi menjadi cawapres, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, serta Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Qodari juga menyebut Menteri BUMN Erick Thohir sebagai figur lain yang dikaitkan dengan NU. Ia menilai Erick kini menjadi bagian dari keluarga besar NU karena posisinya di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan sebagai Anggota Kehormatan Banser.

“Erick Thohir sekarang menjadi bagian keluarga besar Nahdlatul Ulama, Ansor Banser, Ketua Hari Ulang Tahun Nahdlatul Ulama,” kata Qodari.

Qodari menambahkan, apabila kandidat cawapres sama-sama memiliki latar belakang NU, faktor pembeda akan ditentukan oleh tingkat elektabilitas. Dalam konteks itu, ia menyebut Erick Thohir, yang kerap disapa ET, sejauh ini memiliki elektabilitas tinggi sebagai cawapres.

“Ketika latar belakangnya sama, maka yang akan menentukan adalah elektabilitas,” ujar Qodari.