BERITA TERKINI
Indodax Soroti Pentingnya Manajemen Risiko di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Indodax Soroti Pentingnya Manajemen Risiko di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Jakarta — Pelaku pasar perdagangan aset kripto dalam negeri, Indodax, menekankan pentingnya disiplin manajemen risiko bagi investor kripto di tengah dinamika geopolitik global yang dinilai berpotensi memicu volatilitas pasar.

Vice President Indodax Antony Kusuma menyampaikan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah sejak ketegangan AS-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2) turut berdampak pada pasar kripto dunia, salah satunya memunculkan gejolak pada mata uang digital Bitcoin.

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat terkoreksi ke level 63.100 dolar AS pada akhir pekan, kemudian melonjak ke 70.000 dolar AS di awal pekan, dan kini bergerak di kisaran 68.000 dolar AS. Sementara itu, kapitalisasi pasar kripto global tercatat sekitar 2,33 triliun dolar AS.

Antony menilai pasar kripto yang beroperasi 24 jam selama tujuh hari menjadi salah satu indikator paling responsif dalam merefleksikan perubahan sentimen investor. Ia menekankan bahwa disiplin manajemen risiko serta perspektif investasi jangka panjang diperlukan agar investor tetap rasional dan adaptif menghadapi ketidakpastian global.

Menurutnya, volatilitas kripto yang tinggi mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan risiko makro. Lonjakan dan koreksi dalam hitungan hari menunjukkan pasar sedang sangat dipengaruhi oleh berita utama (headline-driven). Dalam situasi seperti itu, sentimen global dan dinamika kebijakan menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk saham dan kripto.

Pada fase awal gejolak, investor umumnya bersikap risk-off untuk menjaga likuiditas. Jika ketidakpastian berlanjut, sebagian investor akan mempertimbangkan aset yang lebih defensif.

Antony mengingatkan investor untuk menghindari keputusan berbasis fear of missing out (FOMO) atau ikut-ikutan. Ia menilai penerapan diversifikasi portofolio dan manajemen risiko yang disiplin merupakan langkah yang lebih rasional.

Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, ia menyebut diversifikasi portofolio kerap dilakukan, termasuk mengalihkan sebagian eksposur ke aset kripto yang lebih stabil seperti stablecoin Tether (USDT) atau USD Coin (USDC), maupun aset kripto berbasis emas seperti Tether Gold (XAUT) yang disebut tengah menguat, sembari tetap menjaga alokasi terukur pada aset utama.

Sejalan dengan itu, Antony menyatakan komitmen perusahaan untuk menjaga likuiditas, keamanan sistem, dan transparansi, sekaligus memperkuat edukasi terkait risiko. Ia juga mengimbau investor untuk melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) dan menerapkan manajemen risiko yang ketat di tengah volatilitas pasar.