BERITA TERKINI
Indonesia Ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional untuk Gaza

Indonesia Ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional untuk Gaza

Indonesia ditunjuk sebagai wakil komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) dalam rencana perdamaian Gaza, setelah menerima tawaran dari Amerika Serikat. Penunjukan ini diumumkan dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) pada 19 Februari, sebuah forum yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers menyatakan bahwa pihaknya telah menawarkan posisi wakil komandan kepada Indonesia dan tawaran itu diterima. Ia mengatakan langkah awal tersebut ditujukan untuk membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza.

Presiden Prabowo Subianto, yang berada di Washington untuk menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian, menyatakan Indonesia akan mengerahkan pasukan ke Gaza sebagai bagian dari ISF dalam waktu dua bulan. Ia menambahkan, tim pendahulu berpeluang dikirim lebih dahulu untuk memetakan wilayah dan melakukan analisis risiko. Prabowo juga menyebut pemerintah akan menunjuk perwira terbaik untuk mengisi posisi wakil komandan, sebagaimana dikutip Antara.

Sebelumnya, Indonesia menyatakan kesiapan mengirim hingga 8.000 tentara ke Gaza pada April sebagai bagian dari ISF. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak pada 9 Februari mengatakan rencana tersebut masih bersifat sementara, dengan estimasi pengerahan 5.000 hingga 8.000 personel.

Menurut Jeffers, ISF bertugas memastikan stabilitas di Gaza dan direncanakan ditempatkan di lima sektor, yakni Rafah, Khan Yunis, Deir al-Balah, Kota Gaza, dan Gaza Utara. Setiap sektor akan ditugaskan satu brigade ISF. Dalam jangka pendek, penempatan awal direncanakan dimulai di sektor Rafah, termasuk untuk pelatihan kepolisian. Strategi jangka menengah mencakup perluasan penempatan per sektor, dengan target jangka panjang 12.000 personel polisi dan 20.000 tentara ISF di lapangan.

Kementerian Luar Negeri Indonesia pada 14 Februari menyatakan pengerahan militer Indonesia dilakukan secara ketat untuk tujuan kemanusiaan dan bukan operasi tempur. Kementerian juga memperingatkan Indonesia akan mengakhiri partisipasi apabila pelaksanaan ISF menyimpang dari ketentuan yang disepakati.

ISF akan beroperasi di bawah Dewan Perdamaian pimpinan Trump, sebuah badan yang disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada November 2025. Dewan tersebut bekerja sama dengan PBB untuk membentuk ISF dan pada awalnya dibentuk untuk memastikan rekonstruksi pascakonflik di Gaza berjalan efektif.

Selain Indonesia, Jeffers menyebut Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania telah mengirim personel militer untuk ISF. Sementara itu, Mesir dan Yordania berkomitmen melatih pasukan polisi setempat.

Trump menunjuk Jeffers untuk memimpin ISF di Gaza pada 16 Januari. Berdasarkan pernyataan Gedung Putih saat itu, Jeffers ditugaskan memimpin operasi keamanan, mendukung demiliterisasi menyeluruh, serta memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dan bahan bangunan secara aman.

Dalam pertemuan Dewan Perdamaian pada 19 Februari, Trump menyampaikan terima kasih kepada perwakilan negara yang hadir dan secara khusus menyebut Indonesia serta Prabowo. Pada kesempatan yang sama, Trump juga mengatakan para anggota menjanjikan dana US$7 miliar untuk paket bantuan Gaza, sementara estimasi kebutuhan rekonstruksi disebut mencapai US$70 miliar.