Indonesia memanfaatkan forum pertambangan global Prospectors & Developers Association of Canada Convention (PDAC) 2026 sebagai panggung untuk memperkuat diplomasi mineral. Keterlibatan pelaku usaha nasional dalam konvensi ini dinilai mencerminkan upaya memperluas jejaring investasi dan kerja sama di sektor pertambangan.
PDAC 2026 digelar pada 1–4 Maret 2026 di Metro Toronto Convention Centre, Kanada. Forum ini dikenal sebagai salah satu pertemuan terbesar di dunia yang mempertemukan investor, perusahaan tambang, lembaga pembiayaan, serta pemerintah dari berbagai negara.
Pada penyelenggaraan tahun ini, perusahaan Indonesia PT Multi Makmur turut berpartisipasi. Perusahaan yang berdiri sejak 1965 tersebut bergerak di bidang produksi, pemasaran, perdagangan, dan logistik batu bara.
Pemilik PT Multi Makmur, Hendra, menyampaikan harapannya agar partisipasi delegasi Indonesia di PDAC dapat membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak. Ia menilai forum ini menjadi sarana untuk menjajaki kolaborasi dengan perusahaan lokal maupun internasional.
“Melalui forum ini, kami berharap dapat melakukan kurasi perusahaan lokal dan internasional yang potensial untuk menjalin kemitraan. Diharapkan juga partisipasi ini dapat mendukung peningkatan ekspor sektor pertambangan Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers tertulis, Kamis, 5 Maret 2026.
Selain peluang kerja sama, PDAC juga dinilai memberi ruang pembelajaran bagi pelaku usaha, terutama terkait praktik pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab menilai kehadiran perusahaan Indonesia di PDAC menunjukkan kesiapan pelaku usaha nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem mineral global.
“Kehadiran perusahaan Indonesia dalam PDAC 2026 menunjukkan komitmen memperluas akses pasar dan memperkuat jejaring investasi. Partisipasi ini menjadi sarana memperkenalkan potensi sektor pertambangan Indonesia kepada investor internasional,” kata Muhsin.
Atase Perdagangan KBRI Ottawa, Mahdewi Silky, menambahkan PDAC merupakan forum penting bagi investor global dan memberi kesempatan untuk melihat potensi pertambangan Indonesia secara lebih dekat. Ia menilai partisipasi perusahaan nasional menjadi langkah awal yang positif untuk membuka peluang kolaborasi, termasuk memperkuat kemitraan sektor pertambangan antara Indonesia dan Kanada.
“Kehadiran Indonesia pada PDAC 2026 mencerminkan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem mineral kritis global serta mendorong kemitraan investasi berkelanjutan,” ujarnya.

