BERITA TERKINI
Indonesia Gelar ICAO–EASA Forum di Bali untuk Perkuat Investigasi Keselamatan Penerbangan Asia Pasifik

Indonesia Gelar ICAO–EASA Forum di Bali untuk Perkuat Investigasi Keselamatan Penerbangan Asia Pasifik

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menggelar ICAO–EASA Forum on Safety Investigation pada 21–22 April 2026 di Bali. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam peningkatan keselamatan penerbangan, khususnya di kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara.

Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama International Civil Aviation Organization (ICAO) dan European Union Aviation Safety Agency (EASA). Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyebut forum ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kerja sama regional sekaligus meningkatkan standar keselamatan penerbangan.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi dalam penerbangan. Keselamatan dibangun atas dasar kepercayaan, transparansi, dan perbaikan berkelanjutan,” kata Lukman, dikutip Jumat (24/4/2026).

Forum ini mempertemukan regulator penerbangan, otoritas investigasi kecelakaan, organisasi internasional, pelaku industri, serta praktisi keselamatan penerbangan dari berbagai negara. Sejumlah lembaga dan perusahaan global turut hadir, antara lain Cooperative Development of Operational Safety and Continuing Airworthiness Programme – South East Asia (COSCAP–SEA), International Air Transport Association (IATA), Airbus, dan Boeing.

Menurut Lukman, pertemuan tersebut menjadi wadah strategis untuk berbagi pengetahuan, meningkatkan koordinasi lintas negara, serta membahas isu-isu penting seperti implementasi standar keselamatan internasional, penyusunan rekomendasi keselamatan yang efektif, dan penguatan kapasitas investigator kecelakaan penerbangan.

Ia menilai perkembangan teknologi dan kompleksitas operasional penerbangan menuntut sistem investigasi yang semakin adaptif dan kolaboratif. Karena itu, praktik inovatif dan kerja sama global dinilai penting agar proses investigasi dapat berlangsung cepat dan tepat, sekaligus menghasilkan rekomendasi yang berdampak nyata.

“Di balik setiap laporan, setiap rekomendasi, dan setiap perbaikan, terdapat satu tujuan utama, yaitu melindungi nyawa manusia,” ujar Lukman.