PARIS — Pemerintah Indonesia memperkuat diplomasi budaya di tingkat global dengan mencalonkan diri sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO untuk periode 2026–2030. Pencalonan tersebut disampaikan dalam Sidang Executive Board ke-224 yang berlangsung di Kantor Pusat UNESCO, Paris.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon memaparkan visi pencalonan Indonesia melalui platform Living Heritage, Shared Future. Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat pelindungan warisan budaya takbenda berbasis komunitas, sekaligus mendorong kerja sama yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi negara berkembang.
Di hadapan sekitar 300 delegasi negara anggota dan sekretariat UNESCO, Fadli menyatakan Indonesia berkomitmen menjadikan warisan budaya takbenda sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan serta penguatan identitas global.
Dalam rangkaian diplomasi budaya di forum tersebut, Indonesia menampilkan pertunjukan Tari Pendet dan Gamelan yang telah diakui sebagai warisan budaya takbenda dunia. Penampilan itu ditujukan untuk menunjukkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
Indonesia juga mengajukan proposal pembentukan Asia-Pacific Center for Community-Based Safeguarding of Intangible Cultural Heritage sebagai Category 2 Centre UNESCO. Inisiatif ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi kawasan Asia-Pasifik untuk peningkatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan pelestarian budaya berbasis komunitas.
Dalam pertemuan bilateral, Menteri Kebudayaan didampingi sejumlah pejabat, antara lain Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti, Direktur Diplomasi Raden Usman Effendi, serta Kepala Museum dan Cagar Budaya Esti Nurjadin.
Partisipasi aktif Indonesia dalam forum UNESCO tersebut dinilai menjadi momentum untuk menggalang dukungan internasional dan menegaskan peran Indonesia dalam penguatan kebijakan kebudayaan global. Pemerintah menyatakan optimistis Indonesia dapat berkontribusi lebih besar dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya dunia melalui kerja sama multilateral.