Mantan pelatih tim nasional Jerman, Joachim Löw, membantah rumor yang mengaitkan dirinya dengan posisi pelatih timnas Ghana menjelang putaran final Piala Dunia 2026. Löw menegaskan hingga kini belum ada komunikasi resmi dari pihak Ghana terkait kemungkinan kerja sama tersebut.
Spekulasi mengenai Löw menguat setelah Ghana memecat Otto Addo. Keputusan itu disebut diambil hanya beberapa jam setelah tim berjuluk The Black Stars kalah 2-1 dari Jerman dalam laga uji coba pada awal pekan ini. Addo telah menangani Ghana selama dua tahun dan dinilai belum mampu menghadirkan stabilitas performa yang dibutuhkan.
Menanggapi laporan yang menyebut dirinya akan segera menandatangani kontrak jangka pendek untuk memimpin Ghana di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Löw memberikan klarifikasi. “Secara resmi, belum ada pihak dari Ghana yang berbicara dengan saya,” kata Löw dalam wawancara dengan Sky Sport.
Meski membantah keterlibatan dengan Ghana saat ini, Löw memberi sinyal bahwa ia belum berniat pensiun dari dunia kepelatihan. Pelatih berusia 66 tahun itu menyatakan masih terbuka untuk kembali ke pinggir lapangan apabila ada proyek yang dinilai tepat dan menantang.
Setelah meninggalkan federasi sepak bola Jerman (DFB) pada 2021, Löw sempat menolak sejumlah tawaran, termasuk ketertarikan dari Uzbekistan pada tahun lalu. Namun, ia mengaku memiliki keinginan untuk kembali, terutama di level internasional, karena menilai pengalamannya selama belasan tahun bersama timnas Jerman akan paling efektif diterapkan pada konteks tersebut.
“Pada dasarnya, saya sudah mengatakan bahwa saya tidak ingin pensiun sekarang. Terutama jika ada tawaran menarik lainnya dan prospek yang bagus,” ujarnya. Löw juga menambahkan bahwa berdasarkan pengalamannya, jalur internasional merupakan pilihan yang paling sesuai baginya.
Di sisi lain, siapa pun yang nantinya ditunjuk sebagai pelatih Ghana akan menghadapi tantangan besar di Piala Dunia 2026. Ghana disebut tergabung dalam grup yang kompetitif bersama Inggris, Kroasia, dan Panama. Dalam situasi performa tim yang sedang menurun, termasuk kekalahan 5-1 dari Austria baru-baru ini, penunjukan pelatih baru dipandang akan berpengaruh langsung terhadap harapan publik sepak bola Ghana.

