Rangkaian peristiwa internasional sepanjang Senin (5/1/2026) hingga Minggu (11/1/2026) diwarnai ketegangan diplomatik, operasi penegakan hukum lintas negara, serta gelombang protes di sejumlah wilayah. Dalam sepekan, Amerika Serikat mendapat kecaman di Dewan Keamanan PBB setelah operasi di Venezuela, sementara di dalam negeri muncul protes besar menyusul penembakan fatal oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Di Iran, demonstrasi dilaporkan meluas ke ratusan titik.
Di forum Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat menjadi sasaran kecaman dari negara-negara yang hadir dalam rapat darurat pada Senin (5/1/2026). Pertemuan itu digelar setelah serangan AS di Venezuela berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Sejumlah negara, termasuk sekutu dekat Washington, menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.
Pada hari yang sama, Maduro dan Flores untuk pertama kalinya tampil di hadapan publik sejak penangkapan mereka. Keduanya menjalani sidang perdana di pengadilan federal New York pada Senin sore waktu setempat. Dalam persidangan singkat, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan yang ditujukan kepada mereka.
Ketegangan terkait Venezuela turut memunculkan perkembangan lain di lautan. Rusia dilaporkan mengerahkan kapal-kapal perangnya untuk mengawal kapal tanker minyak bernama Bella 1, yang disebut tengah diburu pasukan Amerika Serikat di Samudera Atlantik. Kapal tanker itu dilaporkan tidak membawa muatan, namun secara historis pernah digunakan untuk mengangkut minyak mentah Venezuela. Pada Selasa (6/1/2026), kapal tersebut dilaporkan berada di antara Skotlandia dan Islandia.
Dari Asia Tenggara, aparat di Kamboja menangkap Chen Zhi, sosok yang disebut sebagai buron paling dicari di Asia. Chen, yang didakwa oleh Amerika Serikat atas dugaan penipuan dan pencucian uang bernilai miliaran dolar AS, ditangkap dan kemudian diekstradisi ke China pada Rabu (7/1/2026). Ia diduga mengelola operasi kompleks kerja paksa di berbagai lokasi di Kamboja, dengan pekerja disebut “ditahan” di fasilitas mirip penjara yang dilengkapi tembok tinggi dan kawat berduri.
Di Washington, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Rabu (7/1/2026) yang menangguhkan dukungan Amerika untuk 66 organisasi, badan, dan komisi internasional. Kebijakan ini disebut sebagai hasil tinjauan menyeluruh Gedung Putih terhadap partisipasi dan pendanaan AS di berbagai lembaga, termasuk yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah tersebut menandai babak baru mundurnya AS dari sejumlah kerja sama global.
Sementara itu, situasi di Minneapolis, Minnesota, memanas setelah protes besar-besaran pecah menyusul penembakan fatal terhadap Renee Nicole Good (37) oleh agen ICE. Kericuhan terjadi ketika pengunjuk rasa bentrok dengan petugas tak lama setelah Good dilaporkan tewas ditembak di kepala. Gedung Putih menyatakan aparat kini menghadapi serangan terorganisir dari para demonstran.
Dari Timur Tengah, demonstrasi besar di Iran dilaporkan menyebar ke 100 kota dan desa. Massa memprotes pemerintah di tengah lonjakan inflasi dan penindasan aparat keamanan. Pada Sabtu (10/1/2026) malam, para pengunjuk rasa disebut tetap turun ke jalan meski laporan jumlah korban tewas terus bertambah. Petugas medis di dua rumah sakit mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari 100 jenazah dibawa ke sana dalam dua hari terakhir.
Serangkaian peristiwa tersebut menggambarkan dinamika global yang bergerak cepat dalam sepekan: dari perseteruan geopolitik dan kebijakan luar negeri, hingga penegakan hukum dan gejolak sosial yang memicu perhatian luas di berbagai negara.

