Media sosial kembali diramaikan kabar mengejutkan tentang aktor asal Hong Kong, Jackie Chan. Aktor berusia 71 tahun itu disebut telah meninggal dunia. Informasi tersebut beredar luas melalui sejumlah unggahan di Facebook, namun setelah ditelusuri, kabar itu tidak benar.
Dalam unggahan yang beredar, Jackie Chan diklaim meninggal akibat komplikasi penyakit yang disebut berkaitan dengan puluhan cedera saat menjalani syuting. Unggahan itu juga menyebut kabar duka telah dikonfirmasi keluarga.
“Berita duka: Jackie Chan, 71, meninggal dunia setelah berjuang melawan komplikasi akibat puluhan tahun cedera di lokasi syuting, keluarga mengkonfirmasi kehilangan yang memilukan di tengah penghormatan dari para legenda Hollywood,” demikian bunyi salah satu unggahan di Facebook pada 04/11.
Unggahan lain dengan narasi serupa juga beredar, menyatakan Jackie Chan telah berpulang dan menyebutnya sebagai sosok yang dicintai di dunia perfilman.
Kabar tersebut turut menyertakan gambar yang menampilkan sosok mirip Jackie Chan terbaring di ranjang rumah sakit dengan selang di hidung. Pada gambar itu juga dicantumkan tahun kelahiran Jackie Chan yang disandingkan dengan tahun 2025 serta tulisan “RIP”, yang mengesankan sang aktor telah meninggal.
Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari pihak Jackie Chan maupun sumber media kredibel yang membenarkan kabar tersebut.
Daily Mail dan Times of India juga menyimpulkan gambar yang digunakan dalam unggahan itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Meski demikian, kabar tersebut sempat membuat sebagian warganet menyampaikan duka dan belasungkawa melalui akun Instagram resmi Jackie Chan. Di sisi lain, ada pula yang meragukan informasi itu. “Ia masih hidup?” tulis seorang warganet. Komentar lain menyebut, “Ia belum meninggal, kawan, berhentilah mendoakan pria hebat ini dengan kematian.”
Jackie Chan bukan kali ini saja menjadi sasaran hoaks dan disinformasi terkait kabar kematian. Pada 2015, ia pernah menanggapi isu serupa. “Saya terkejut oleh dua laporan berita ketika turun di pesawat. Pertama-tama jangan khawatir! Saya masih hidup. Kedua jangan percaya penipuan di Weibo yang mengatasnamakan saya tentang Red Pockets,” ujarnya saat itu.
Kasus ini kembali menjadi pengingat penting agar masyarakat memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Rujukan utama sebaiknya berasal dari sumber resmi, seperti akun terverifikasi atau pernyataan langsung pihak terkait, untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru.

