BERITA TERKINI
KADIN dan Otoritas JAFZA Bahas Peluang Dubai Jadi Hub Ekspor Indonesia ke Timur Tengah dan Afrika

KADIN dan Otoritas JAFZA Bahas Peluang Dubai Jadi Hub Ekspor Indonesia ke Timur Tengah dan Afrika

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menggelar forum bisnis dengan Otoritas Kawasan Industri Zona Bebas Jebel Ali (JAFZA), Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), di Jakarta, Selasa (8/4). Pertemuan ini membahas kemungkinan pengusaha Indonesia memanfaatkan fasilitas pelabuhan dan kawasan industri di Dubai sebagai daerah perantara (hub) sebelum mengekspor barang ke Timur Tengah maupun Benua Afrika.

Dalam pertemuan tersebut, Otoritas JAFZA menyampaikan bahwa zona industri yang mereka kelola menawarkan fasilitas bebas pajak dan bea masuk untuk aktivitas pengiriman, bongkar muat, penyewaan gudang, hingga layanan kargo. Manajer Senior Otoritas JAFZA Khalid Al Marzooqi menjelaskan bahwa pemasukan kawasan tersebut berasal dari biaya layanan dan sewa selama pelaku usaha menjalankan aktivitas bisnis di JAFZA.

Pihak Dubai juga memaparkan pengembangan infrastruktur transportasi pendukung. Saat ini sudah ada tiga wilayah pelabuhan niaga, sementara kawasan keempat disebut tengah dibangun pada tahun ini. UEA juga mengembangkan bandar udara kedua di Dubai dengan lima landasan pacu.

Selain itu, jaringan kereta yang menghubungkan kawasan Teluk, termasuk mencakup Suriah, Libanon, hingga Arab Saudi, disebut sedang dikembangkan. Khalid menilai, pengusaha Indonesia yang ingin memperluas pasar ke Timur Tengah dapat memanfaatkan layanan yang tersedia di JAFZA.

Data yang disampaikan dalam forum menunjukkan baru tiga perusahaan Indonesia yang membangun perwakilan di JAFZA. Salah satunya Astra Battery yang mengekspor aki kendaraan bermotor ke Eropa. Total nilai re-ekspor perusahaan Indonesia yang membangun gudang penyimpanan di Dubai pada tahun lalu mencapai USD 2,5 miliar.

Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady menilai anggota KADIN perlu memanfaatkan peluang yang ditawarkan UEA. Menurutnya, ongkos logistik dan biaya gudang di JAFZA relatif lebih murah bagi pengusaha yang menargetkan pasar di kawasan sekitar Dubai.

Edy juga menyebut Dubai memiliki karakter sebagai zona pemrosesan, dengan jaringan kargo udara yang luas dan konektivitas melalui jalur kereta di kawasan Arab. Ia menambahkan, posisi Dubai yang berada di tengah dinilai mendukung efisiensi pengiriman, termasuk melalui udara.

Sementara itu, Wakil Ketua KADIN Bidang Standardisasi dan Mutu Produk Achmad Widjaja menyatakan KADIN akan menjajaki secara serius tawaran dari Otoritas JAFZA. Ia menilai anggota KADIN yang membutuhkan pusat pengapalan berpotensi tertarik memanfaatkan layanan hub di Dubai, termasuk perusahaan logistik atau pergudangan yang mencari kontraktor untuk mendirikan gudang di Timur Tengah atau Afrika.