BERITA TERKINI
Kaspersky Soroti Tumpang Tindih Pasar B2B dan B2C di APAC, Tetap Jalankan Keduanya

Kaspersky Soroti Tumpang Tindih Pasar B2B dan B2C di APAC, Tetap Jalankan Keduanya

Kaspersky menilai pasar keamanan siber di Asia-Pasifik (APAC) memiliki karakter unik karena adanya tumpang tindih antara pengguna individu (B2C) dan pelanggan korporasi (B2B). Kondisi ini disebut membuat pendekatan lintas-segmen menjadi relevan, terutama ketika kebutuhan perlindungan perangkat pribadi dan perangkat kerja memiliki prinsip dasar yang serupa.

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, mengatakan bisnis B2B perusahaan tumbuh baik dalam tiga tahun terakhir. Ia menyebut, di APAC saat ini sekitar dua pertiga bisnis Kaspersky berasal dari segmen korporat/B2B, sementara sepertiga lainnya dari B2C.

Adrian juga menjelaskan pentingnya strategi “cross-reference” sejak awal, salah satunya melalui kerja sama dengan universitas. Menurutnya, langkah ini ditujukan agar mahasiswa dan lulusan baru mengenal keamanan siber serta merek Kaspersky lebih dini. Harapannya, ketika mereka memasuki dunia kerja, mereka sudah familier dengan brand dan kapabilitas perusahaan.

Selain pendekatan tersebut, Kaspersky disebut memanfaatkan kehadiran ritel yang kuat di kawasan APAC untuk memperdalam penetrasi ke sektor korporat dan infrastruktur. Perusahaan menilai jalur ritel dapat berperan dalam memperkuat pengenalan merek sekaligus menjembatani kebutuhan pengguna individu dan organisasi.

Adrian menegaskan Kaspersky masih menjalankan dua lini bisnis, B2B dan B2C, secara bersamaan. Ia menyebut perusahaan keamanan siber yang tetap fokus pada kedua segmen kini relatif sedikit, berbeda dengan sejumlah perusahaan besar lain yang disebut tidak lagi memusatkan perhatian pada pasar B2C.