WARSAWA, POLANDIA — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Warsawa menggencarkan diplomasi ekonomi dengan menggelar dua forum bisnis di Krakow dan Łódź, Polandia, pada 21 dan 23 April 2026. Agenda ini diarahkan untuk mendorong peningkatan kerja sama Indonesia–Polandia di bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi (trade, tourism, and investment/TTI), sekaligus memperluas akses pasar produk Indonesia di Eropa dan menarik minat investor Polandia.
Forum pertama bertajuk Indonesia–Poland Business Forum: Partnering with Indonesia – Investment, Trade & Workforce Forum berlangsung di Krakow. Kegiatan tersebut digelar bersama Małopolska Agency for Regional Development dan menghadirkan pemangku kepentingan, termasuk perwakilan diplomatik serta lembaga promosi investasi Indonesia di Eropa.
Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Atase Perdagangan KBRI Berlin Febi Adrian, Direktur Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) London Siti Tiefryani Fahlyah, serta Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Warsawa Fatimah Alatas. Forum ini juga dihadiri pejabat daerah Polandia, termasuk Utusan Khusus Gubernur Provinsi Małopolska untuk Pengembangan Kewirausahaan dan Pasar Tenaga Kerja, serta perwakilan lembaga pengembangan ekonomi regional dan pelaku usaha setempat.
Selain di Krakow, KBRI Warsawa menjadi narasumber dalam seminar Doing Business in ASEAN di Łódź pada 23 April 2026. Kegiatan ini diselenggarakan bersama Pemerintah Provinsi Łódź dan dihadiri sejumlah institusi Polandia, seperti Polish Investment and Trade Agency (PAIH) dan National Support Centre for Agriculture (KOWR), serta pelaku usaha lokal. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia dipromosikan sebagai mitra penting di kawasan ASEAN dengan potensi ekonomi besar dan akses pasar yang terus berkembang.
Melalui dua forum tersebut, KBRI Warsawa menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis Polandia di kawasan Indo-Pasifik, tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional. KBRI juga menilai Indonesia memiliki potensi dalam penyediaan tenaga kerja produktif di tengah tantangan demografi yang dihadapi Polandia, sehingga membuka peluang kerja sama di bidang pelatihan vokasi dan pertukaran tenaga kerja terampil.
Dalam rangka memperkuat akses pasar, KBRI Warsawa turut mendorong pemanfaatan kesepakatan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang ditargetkan berlaku mulai 1 Januari 2027. Perjanjian ini disebut akan membuka akses tarif nol persen untuk lebih dari 90 persen produk yang diperdagangkan antara Indonesia dan Uni Eropa. Polandia juga dipandang berpotensi menjadi pintu masuk produk Indonesia ke kawasan Eropa Tengah dan Timur.
Atase Perdagangan KBRI Berlin Febi Adrian menekankan bahwa Eropa masih menjadi pasar penting bagi ekspor Indonesia, sekaligus menyoroti peluang penguatan hubungan dagang bilateral Indonesia–Polandia yang dinilai masih terbuka. Stabilitas ekonomi Polandia, dengan pertumbuhan 3,6 persen pada 2025 dan proyeksi 3,9 persen pada 2026, disebut menjadi peluang bagi ekspansi produk Indonesia di pasar tersebut.
Sementara itu, Direktur IIPC London Siti Tiefryani Fahlyah menyampaikan bahwa daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi global meningkat. Pada 2025, realisasi investasi Indonesia tercatat Rp1.931,2 triliun atau sekitar USD 120,7 miliar, tumbuh 12,7 persen secara tahunan. Di sisi lain, investasi Polandia ke Indonesia juga disebut menunjukkan tren positif dengan nilai kumulatif USD 29,1 juta dan pertumbuhan rata-rata 91,2 persen dalam lima tahun terakhir.
Pemerintah Indonesia, menurut paparan dalam forum, terus melakukan reformasi struktural untuk meningkatkan iklim investasi, termasuk penyederhanaan perizinan berbasis risiko dan transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, pengembangan energi bersih, serta akselerasi ekonomi digital. Sejumlah sektor yang disebut terbuka bagi investor Polandia antara lain manufaktur, energi terbarukan, pengolahan pangan, teknologi, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam rangka promosi dagang, KBRI Warsawa juga memanfaatkan forum bisnis tersebut untuk memperkenalkan Trade Expo Indonesia (TEI) yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026, sekaligus menjaring calon pembeli dari Polandia. Disebutkan, terdapat permintaan konkret terhadap sejumlah komoditas unggulan, termasuk mutiara.
Ke depan, KBRI Warsawa menyatakan komitmennya untuk melanjutkan penguatan diplomasi ekonomi di Polandia melalui peningkatan promosi perdagangan, investasi, dan kerja sama tenaga kerja. Upaya ini diharapkan mendorong tindak lanjut konkret dari pertemuan bisnis yang telah digelar serta memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra ekonomi strategis di kawasan Eropa Tengah dan Timur.