BERITA TERKINI
Kementerian P2MI Fasilitasi Pemulangan Jenazah PMI dari Malaysia, Ingatkan Pentingnya Migrasi Aman

Kementerian P2MI Fasilitasi Pemulangan Jenazah PMI dari Malaysia, Ingatkan Pentingnya Migrasi Aman

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memfasilitasi pemulangan jenazah pekerja migran Indonesia asal Cirebon, Jawa Barat, Agus Ahmadi, yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Malaysia.

Pejabat Kementerian P2MI Mukhtarudin menyatakan pemulangan jenazah tersebut merupakan bentuk kehadiran dan tanggung jawab negara terhadap warganya yang bekerja di luar negeri. Ia menyebut negara tidak boleh absen ketika pekerja migran menghadapi musibah, terlebih saat kehilangan nyawa di negeri orang.

Dalam keterangan pers pada Sabtu, 10 Januari 2026, Mukhtarudin menekankan pentingnya sinkronisasi data lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian Perhubungan RI. Menurutnya, hal itu diperlukan agar setiap pekerja yang berada di wilayah otoritas pelabuhan atau kapal memiliki payung hukum yang jelas sejak keberangkatan.

Ia juga menegaskan perlunya pendaftaran pekerja migran dalam Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) serta BPJS Ketenagakerjaan untuk memaksimalkan perlindungan, termasuk bagi Anak Buah Kapal (ABK). Mukhtarudin menyampaikan bahwa migrasi aman dan prosedural tidak hanya terkait perizinan, tetapi juga berfungsi sebagai jaring pengaman agar pekerja mendapatkan perlindungan, kontrak kerja yang jelas, dan jaminan sosial.

Meski Agus disebut berangkat secara nonprosedural, Mukhtarudin memastikan Kementerian P2MI tetap mendampingi keluarga korban untuk memperjuangkan hak-hak yang belum dipenuhi oleh pemberi kerja. Saat ini, perwakilan majikan di Malaysia disebut tengah memproses polis asuransi pribadi milik Agus.

Mukhtarudin juga mendorong keluarga untuk berkoordinasi dengan P4MI Cirebon, BP3MI Jawa Barat, atau langsung dengan Kementerian P2MI apabila masih terdapat hak yang belum terpenuhi. Ia kembali mengingatkan agar masyarakat meninggalkan jalur-jalur ilegal yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan dan perlindungan pekerja migran.

Diketahui, Agus bekerja sebagai ABK dan berangkat secara nonprosedural sehingga tidak terdaftar dalam SISKOP2MI maupun BPJS Ketenagakerjaan. Ia meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja akibat tersenggol peti kemas di salah satu pelabuhan di Malaysia.

Jenazah Agus tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat malam pukul 22.30 WIB. Tim Direktorat Jenderal Pemberdayaan Kementerian P2MI kemudian mengawal pemulangan jenazah hingga tiba di rumah duka di Harjamukti, Cirebon, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.