BERITA TERKINI
Ketegangan Geopolitik Meningkat, Indonesia Disebut Masuk Daftar Negara Relatif Aman Jika Perang Dunia 3 Terjadi

Ketegangan Geopolitik Meningkat, Indonesia Disebut Masuk Daftar Negara Relatif Aman Jika Perang Dunia 3 Terjadi

Ketegangan geopolitik global kembali meningkat dan memicu kekhawatiran akan kemungkinan pecahnya Perang Dunia 3. Konflik yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Iran, serta dinamika di kawasan Eropa dan Timur Tengah, membuat isu keamanan global kembali menjadi sorotan.

Dalam situasi yang dinilai penuh ketidakpastian, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: negara mana yang paling aman jika perang global—bahkan perang nuklir—benar-benar terjadi? Indonesia disebut-sebut termasuk dalam daftar negara yang relatif aman, meski penilaian tersebut bergantung pada berbagai indikator strategis.

Menurut laporan yang dirangkum Bloomberg Technoz dari sejumlah sumber, pembahasan mengenai skenario terburuk Perang Dunia 3 kerap dikaitkan dengan risiko eskalasi nuklir dan dampaknya bagi umat manusia. Salah satu peringatan datang dari Annie Jacobsen, pakar perang nuklir sekaligus jurnalis investigatif, yang menilai bahwa jika konflik nuklir pecah, kehancuran global dapat terjadi dalam waktu sangat singkat.

Jacobsen menyoroti bahwa serangan nuklir pertama berpotensi menewaskan miliaran manusia dalam hitungan menit. Ia juga menjelaskan gambaran kecepatan serangan rudal balistik antarbenua (ICBM), yang disebut hanya memerlukan sekitar 26 menit untuk mencapai Pantai Timur Amerika Serikat jika diluncurkan dari Rusia.

Dalam skenario tersebut, setelah sistem peringatan dini mendeteksi peluncuran, para pemimpin dunia disebut hanya memiliki waktu kurang dari 90 menit untuk mengambil keputusan penting yang dapat menentukan arah peristiwa berikutnya.

Selain dampak langsung dari ledakan dan serangan awal, ancaman lain yang kerap dibahas adalah kemungkinan terjadinya “nuclear winter” atau musim dingin nuklir, yang dinilai dapat memunculkan konsekuensi lanjutan bagi kehidupan manusia.